KANGKUNG, KENDALMU.OR.ID — Pengajian Ahad Pagi An Nur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kangkung kembali digelar dengan menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Ustadz KH. Moh. Farchan Tantowi, Ahad (25/1/2026).
Dalam kajiannya, Ustadz Farchan menekankan pentingnya membiasakan menyebut nama Allah SWT dalam setiap aktivitas sebagai fondasi utama perilaku seorang Muslim.
Mengawali tausiyahnya, ia menegaskan bahwa setiap perbuatan, sekecil apa pun, hendaknya diawali dengan menyebut nama Allah.
“Jika yang kita lakukan adalah perbuatan baik dan diawali dengan menyebut nama Allah, maka ia bernilai ibadah dan mendatangkan pahala,” tegasnya.
Menurutnya, kebiasaan mengagungkan nama Allah akan menjadi filter moral dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengingat Allah, seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri dari ucapan dan perbuatan buruk.
“Ketika hati sudah terbiasa mengingat Allah, niat untuk berkata kotor atau mengambil hak orang lain akan terkendali. Kita tidak mudah khilaf,” tambahnya.
Ustadz Farchan juga mengutip QS. Al-Kahfi ayat 23–24 yang menegaskan pentingnya menyandarkan setiap rencana dan janji pada kehendak Allah dengan mengucapkan Insya Allah.
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ ٢٣
“Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, ‘Aku pasti melakukan hal itu besok,’
اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُۖ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا ٢٤
“kecuali (dengan mengatakan), “Insyaallah.” Ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”

Namun ia mengingatkan, ucapan tersebut tidak boleh sekadar menjadi formalitas.
“Jangan asal mengucap Insya Allah tanpa memahami maknanya. Hari ini, sulit membedakan apakah orang yang menyebut nama Allah benar-benar memahami dan mengimaninya,” tandasnya.
Selain itu, ia menyoroti perintah menyebut nama Allah dalam praktik ibadah, termasuk dalam penyembelihan hewan sebagaimana QS. Al-An’am ayat 121.
وَلَا تَأْكُلُوْا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَاِنَّهٗ لَفِسْقٌۗ وَاِنَّ الشَّيٰطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ اِلٰٓى اَوْلِيَاۤىِٕهِمْ لِيُجَادِلُوْكُمْۚ وَاِنْ اَطَعْتُمُوْهُمْ اِنَّكُمْ لَمُشْرِكُوْنَࣖ ١٢١
“Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik,“
Ia mengajak jamaah lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih sumber makanan. “Sebagai langkah antisipasi, belilah daging dari pedagang yang dikenal dan dipercaya,” pesannya.
Dalam penutup kajian, KH Farkhan mengajak jamaah untuk istiqamah membaca doa QS. Ali ‘Imran ayat 8 agar hati senantiasa dijaga dalam kebenaran dan keimanan. Usai pengajian, jajaran pleno PCM Kangkung melanjutkan pertemuan internal guna membahas persiapan program menyambut bulan suci Ramadhan. (yani)
