PLANTUNGAN, KENDALMU.OR.ID – Kajian Ahad pagi yang digelar di Majelis Taklim Ranting Wadas, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Ahad (11/1/2026), berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dengan antusias. Kajian menghadirkan Ustaz Susapto sebagai pemateri dengan pokok bahasan kewajiban menuntut ilmu serta kemuliaan bulan Rajab dalam Islam.
Dalam pemaparannya, Ustaz Susapto menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim sepanjang hayat. Ia menekankan, menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi bagian dari jalan ketaatan kepada Allah SWT.
“Menuntut ilmu itu dari buaian hingga liang lahat. Siapa yang menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah,” tegas Ustaz Susapto.
Ia menjelaskan, berada di jalan Allah berarti menjalani kehidupan dengan ketaatan penuh terhadap perintah-Nya. Sebaliknya, menurutnya, menjauh dari ilmu dan ketaatan akan membawa kesulitan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
“Barang siapa tidak taat kepada Allah, maka ia akan merasakan kesempitan hidup di dunia dan kebutaan di akhirat kelak,” ujarnya.
Ustaz Susapto juga mengingatkan jamaah agar menyadari keterbatasan waktu hidup manusia. Ia menilai, setiap hari yang berlalu sejatinya mengurangi kesempatan hidup sehingga harus dimanfaatkan untuk amal kebaikan.

“Usia kita setiap hari bertambah, tetapi jatah hidup justru berkurang. Karena itu, hidup harus diisi dengan kebaikan,” katanya.
Memasuki pembahasan keutamaan bulan Rajab, Ustaz Susapto mengulas Surat At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa dalam satu tahun terdapat dua belas bulan, dan empat di antaranya adalah bulan-bulan yang dimuliakan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Ia menjelaskan bahwa sejak masa Arab Jahiliyah, bulan-bulan tersebut telah dihormati. Khusus bulan Rajab, dikenal dengan sebutan Syahrul Ashom, yang berarti “tuli”, karena pada bulan ini tidak terdengar suara peperangan, pertikaian, maupun makian.
“Rajab juga disebut Syahrul Ashob, yang bermakna mengalir, yakni mengalirnya rahmat Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya,” jelasnya.
Pada bulan Rajab, lanjut Ustaz Susapto, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk persiapan menyambut bulan-bulan mulia berikutnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa bulan Rajab menjadi saksi peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut terjadi setelah Rasulullah melewati masa amul husni, tahun penuh kesedihan atas wafatnya Sayidah Khadijah dan Abu Thalib.
“Isra Mi’raj adalah penghiburan dan penguatan langsung dari Allah SWT kepada Rasul-Nya,” pungkasnya. (nila)
