KENDALMU.OR.ID . Puluhan trofi dan medali berhasil dibawa pulang siswa SD Muhammadiyah Purin, Kabupaten Kendal, sepanjang September 2026.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 40 kejuaraan diborong hanya dalam sebulan melalui berbagai kompetisi seni, olahraga, keagamaan, hingga akademik.
Capaian ini menegaskan kemampuan siswa bersaing sekaligus menunjukkan hasil pembinaan bakat dan minat sejak dini.
Deretan prestasi tersebut diraih melalui berbagai ajang yang diselenggarakan lembaga Muhammadiyah, pihak swasta, maupun instansi pemerintah.
Sejumlah siswa bahkan berhasil menempati posisi juara pertama dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai sekolah.
Salah satu prestasi menonjol ditorehkan Raffasya Izza. Ia meraih juara pertama lomba puitisasi dalam Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat Kecamatan Kendal. Tak berhenti di situ, Raffasya kembali meraih juara pertama lomba murattal wal imla pada Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (Porsadin) VIII.
Prestasi tingkat kabupaten juga diraih Raffasya Izza bersama Basillia Jelita melalui lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Sementara itu, Aceline Angelic, Alula Lashira Qizqi, dan Namira Elmira Putri sukses meraih medali emas dalam Open Sepatu Roda Cup 2026.
Di bidang akademik, Ghaitsaa Triza Alradya turut mengharumkan nama sekolah dengan meraih juara pertama Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris (KMSI) pada 29 September 2026. Capaian ini memperlihatkan keberagaman potensi siswa, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, olahraga, maupun ilmu pengetahuan.
Kepala SD Muhammadiyah Purin, Akhmad Sofi Irwanto, menegaskan, 40 kejuaraan tersebut merupakan buah kerja keras siswa yang ditopang pendampingan guru serta dukungan orang tua.
“Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas. Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, dan kemampuan bersaing,” tegas Irwanto, Kamis (15/10/2026).
Menurut Irwanto, kompetisi menjadi sarana bagi siswa untuk mengukur kemampuan, memperluas pengalaman, dan membangun kepercayaan diri.
Pembinaan juga diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, sportivitas, serta sikap pantang menyerah.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus berlatih, bukan alasan berpuas diri.
Sekolah berkomitmen memperkuat pembinaan agar siswa semakin berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama sekolah dalam kompetisi berikutnya.(fur)
