KENDALMU.OR.ID – Menjadi relawan kemanusiaan tidak cukup bermodal keberanian. Dibutuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial agar mampu memberikan pertolongan saat masyarakat membutuhkan.
Sebanyak 18 anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMK Muhammadiyah 3 (Muga) Weleri resmi diterima setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Penerimaan berlangsung di bumi perkemahan Tersono, Kabupaten Batang, Jumat – Ahad (16 – 18/10/2026).
Ke-18 anggota tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan penerimaan, di antaranya mengikuti latihan rutin minimal 10 kali pertemuan dan lulus uji materi pokok PMR.
Persyaratan ini menjadi bagian dari proses pembinaan untuk memastikan anggota baru memiliki bekal pengetahuan dasar kepalangmerahan.
Kegiatan penerimaan anggota baru tahun 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari regenerasi organisasi dan upaya menyiapkan kader muda yang memiliki jiwa kemanusiaan.
Para peserta diarahkan memahami nilai-nilai kepalangmerahan, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama.
Pembina PMR Wira SMK Muga Weleri, Nias Apriyani, menegaskan bahwa penerimaan anggota baru bukan sekadar kegiatan rutin untuk menambah jumlah anggota.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi tahapan pembentukan karakter dan keterampilan pelajar agar siap terlibat dalam aksi kemanusiaan.
“PMR bukan sekadar organisasi atau seragam yang dikenakan siswa. Anggota harus memiliki kepedulian, kedisiplinan, dan keterampilan untuk membantu sesama. Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Nias.
Menurutnya, anggota PMR perlu dibekali berbagai kecakapan dasar, mulai dari pertolongan pertama, perawatan keluarga, kesiapsiagaan bencana, hingga pendidikan remaja sebaya.
Bekal tersebut penting agar pelajar mampu bersikap tepat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim, menegaskan bahwa PMR menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter siswa.
Sekolah tidak hanya bertanggung jawab membekali peserta didik dengan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan peka terhadap kondisi di sekitarnya. Melalui PMR, mereka belajar bahwa membantu sesama merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” tegas Maulana kepada kendalmu.or.id, Senin (19/10/2026).
Dia berharap 18 anggota baru tersebut mampu mengamalkan Tri Bakti PMR, yakni meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti kepada masyarakat, serta mempererat persahabatan.
Dengan pembinaan berkelanjutan, PMR Wira SMK Muga Weleri diharapkan melahirkan generasi muda yang terampil, tangguh, dan siap menjadi relawan kemanusiaan.(fur)
