KENDALMU.OR.ID – Ancaman tawuran antarpelajar dan provokasi di media sosial menjadi perhatian serius dalam pembinaan karakter siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
Polres Kendal mengingatkan pelajar agar mampu mengendalikan emosi, menaati hukum, serta tidak mudah terhasut informasi yang belum terverifikasi.
Pesan tersebut disampaikan Kasatbinmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi dalam apel pagi yang dilanjutkan dengan pembinaan pendidikan karakter di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya membentengi pelajar dari perilaku negatif sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam pembinaan tersebut, siswa diingatkan bahwa perbedaan pendapat bukan alasan untuk melakukan kekerasan.
Persoalan antarpelajar harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tawuran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masa depan pendidikan.
Pelajar juga didorong untuk mampu mengendalikan emosi, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan. Sikap berani, menurut pesan pembinaan tersebut, semestinya diwujudkan dengan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dan memilih jalan damai ketika menghadapi persoalan.
Selain pencegahan tawuran, penggunaan media sosial secara bijak menjadi perhatian. Siswa diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di internet tanpa memeriksa sumber dan kebenarannya.
Informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, hingga konten provokatif berpotensi memicu konflik apabila disebarkan tanpa pertimbangan. Karena itu, pelajar harus berpikir kritis sebelum berkomentar, membagikan informasi, atau mengikuti ajakan yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari pembentukan kepribadian siswa. Sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berupaya membentuk peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sinergi sekolah dan kepolisian diharapkan memperkuat kesadaran hukum serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif.
Pelajar pun diharapkan tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, santun dalam bertindak, kritis menerima informasi, serta bijak menggunakan media sosial.(fur)
