KENDALMU.OR.ID . Potensi kopi lokal dan produk unggulan desa di Kecamatan Patean, Sukorejo, Plantungan, dan Pageruyung didorong menembus pasar lebih luas.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di empat kecamatan tersebut ditantang memperkuat kualitas produk, legalitas usaha, hingga pemasaran digital agar mampu bersaing dan naik kelas.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Limonan UMKM Pawitan Mukti 2026 di Aula Kecamatan Sukorejo, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Dari Desa untuk Indonesia, UMKM Pawitan Mukti Naik Kelas”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat jejaring usaha sekaligus merumuskan strategi pengembangan produk lokal.
Ketua panitia sekaligus Ketua Forum UMKM Kecamatan Sukorejo, Salam Taufik, mengatakan, potensi daerah harus dikelola secara serius agar memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Salah satu komoditas unggulan yang perlu dikembangkan pemasarannya adalah kopi lokal.
“Di wilayah kita ada tiga jenis kopi andalan yang harus kita kembangkan pemasarannya,” kata Salam.
Ketiga jenis kopi tersebut meliputi Robusta dengan cita rasa kuat, Excelsa yang memiliki karakter unik, serta Arabika dengan aroma harum. Keberagaman karakter kopi itu dinilai menjadi peluang untuk membangun identitas produk lokal sekaligus memperluas pasar.
Pembina UMKM Pawitan Mukti, Suardi, yang juga Sekretaris Kecamatan Sukorejo, menekankan pentingnya strategi membangun keunggulan dan daya saing produk. Pelaku UMKM perlu memahami kebutuhan konsumen, menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki kemasan, serta menciptakan merek yang mudah dikenali.
Menurutnya, pemasaran digital juga harus dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen lebih luas. Penguatan administrasi usaha, pencatatan keuangan, inovasi produk, serta pemanfaatan program pembinaan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Selain itu, pendampingan sertifikat halal dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) terus didorong untuk memperkuat legalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.
Pesan Komisi B DPRD Kabupaten Kendal yang dibacakan Ketua Forum UMKM Serasi Sukorejo turut mendorong pembentukan koperasi sebagai wadah memperkuat kerja sama dan meningkatkan omzet anggota.
Perwakilan Forum UMKM Patean, Endang Wahyuni, mengapresiasi soliditas Pawitan Mukti yang terjaga sejak berdiri pada 2019.
“Saya sangat senang dan bersemangat karena Pawitan Mukti ini sudah ada sejak 2019. Pelaku UMKM dari empat kecamatan sampai sekarang masih solid,” ungkapnya.
Melalui penguatan jaringan, kualitas, legalitas, dan pemasaran, UMKM Pawitan Mukti diharapkan mampu menjadikan potensi desa sebagai produk unggulan yang mandiri dan berdaya saing.(fur)
