NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID – Sholat bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi wujud kehambaan manusia kepada Allah SWT yang harus dilakukan lima kali sehari. Namun, apakah sholat yang dilakukan sudah sesuai dengan syariat?
Pertanyaan ini menjadi pembahasan utama dalam Kajian Rutin Ahad Pagi Al-Ikhlas Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel, Minggu (2/11/2025), di Aula Kecamatan Ngampel.
Kajian yang diikuti sekitar 30 peserta dari anggota PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Ngampel ini menghadirkan Ustadz Mustofa sebagai pemateri dengan merujuk pada Kitab Buluughul Maroom bab sholat.
Dalam pemaparannya, Ustadz Mustofa menjelaskan makna mendasar dari sholat.
“Secara bahasa, sholat berarti doa dan harapan kepada Allah. Secara istilah, sholat adalah ibadah kepada Allah yang diajarkan Rasulullah dengan perbuatan dan ucapan, diawali dengan takbir dan diakhiri salam,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebelum melaksanakan sholat, umat Islam perlu memahami dua hal penting: syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib sholat, kata Ustadz Mustofa, berlaku bagi mereka yang memenuhi beberapa kriteria, yakni Seorang Muslim, Sudah mukallaf atau baligh, Sehat rohani dan tidak mengalami gangguan jiwa, Suci dari Hadas besar dan kecil, Munutup aurat, Menghadap kiblat, dan mengetahui sah dan batalnya shalat.

“Meskipun sedang sakit, bagi yang sudah memenuhi tiga syarat itu tetap wajib melaksanakan sholat, tentu dengan keringanan sesuai kondisi,” ujarnya.
Adapun syarat sah sholat mencakup tiga hal: suci dari hadas dan najis, memastikan waktu sholat telah masuk, serta menutup aurat.
“Aurat laki-laki dari pusar hingga lutut, sedangkan aurat perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan,” terangnya.
Pada sesi tanya jawab, jamaah menanyakan dua hal: apakah mandi wajib sudah mencakup wudhu, dan apakah mata kaki harus terlihat saat sholat.
“Kalau sudah mandi wajib atau junub, tidak perlu wudhu lagi,” jawab Ustadz Mustofa.
“Untuk mata kaki, sebaiknya terlihat, tetapi kalau tertutup juga tidak masalah. Rasulullah pernah mengatakan hal itu kepada Abu Bakar agar tidak disertai kesombongan.”
Menutup kajian, Ustadz Mustofa mengingatkan pentingnya menjaga kesempurnaan sholat.
“Perhatikan syarat-syarat sebelum sholat. Karena sholat bukan hanya mencegah kemungkaran dan kemaksiatan, tapi juga menjadi amalan pertama yang akan dihitung di hari kiamat,” pesannya.
Kajian rutin ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman jamaah agar sholat yang dilaksanakan benar-benar sesuai tuntunan syariat dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. (rio)
