KENDALMU.OR.ID – Menurunnya jumlah jamaah Pengajian Ahad Pagi menjadi perhatian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel.
Kondisi itu dinilai tidak boleh dibiarkan karena kajian rutin tersebut menjadi salah satu penggerak kaderisasi, silaturahmi, sekaligus penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Muntoha, saat mengisi Pengajian Ahad Pagi PCM Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (13/9/2026).

Kegiatan diikuti anggota PCM Ngampel serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Muntoha menegaskan, Pengajian Ahad Pagi tidak sekadar menjadi forum menyampaikan materi keagamaan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya warga dan pegawai AUM untuk saling mengenal, bersilaturahmi, serta menyatukan langkah membesarkan persyarikatan.
“Lewat Kajian Ahad Pagi, pegawai AUM bisa saling bertemu, saling mengenal, bersilaturahmi dan bertukar pikiran. Jangan pakai masker untuk menutupi identitas. Ayo bersama membesarkan Muhammadiyah Ngampel,” tegasnya.
Dalam kajian, Muntoha juga mengajak jamaah meningkatkan kepekaan sosial.
Menurutnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Berbagai bencana di Indonesia, termasuk gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ia menyebut tiga bentuk kepekaan sosial yang perlu dibangun, yakni saling mengasihi, menyayangi, dan tolong-menolong.

Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aksi nyata Muhammadiyah.
Panti asuhan Muhammadiyah, misalnya, turut membantu pemerintah menangani anak-anak terlantar.
Sementara rasa empati diwujudkan dengan peduli terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Sedangkan semangat tolong-menolong dapat dilakukan melalui aksi kemanusiaan. Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah mengirimkan tim untuk membantu penanganan bencana di NTT, termasuk mendirikan rumah sakit darurat.
Jamaah juga diajak berkontribusi melalui donasi bagi korban bencana. Dana zakat, kata Muntoha, harus terus didorong agar memberi manfaat lebih luas bagi kemaslahatan masyarakat.
Mengakhiri kajian, Muntoha mengingatkan pesan Surat Al-Hujurat ayat 10 tentang persaudaraan dan upaya memperbaiki hubungan antarsesama.
“Mari kita sengkuyung bareng-bareng organisasi kita agar semakin lebih baik,” pesannya. (rio)
