NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID -Setiap muslim tentu mendambakan kehidupan kekal di surga. Namun, banyak di antara kita yang hanya terbatas menjalankan ibadah wajib tanpa memperbanyak amalan sunnah sebagai penopang bekal di akhirat.
Pesan itulah yang disampaikan Ustadz Drajat Maulana dalam Kajian Rutin Tafsir Quran Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel, Ahad (28/9/2025) di Aula Kecamatan Ngampel.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Drajat membahas kandungan Surat Al-Baqarah ayat 25 yang menggambarkan berbagai kenikmatan surga. Ia menekankan bagaimana Allah menjanjikan kebahagiaan sempurna bagi orang-orang beriman dan beramal saleh.
“Kenikmatan surga itu nyata, janji Allah pasti. Maka kita perlu memperbanyak ibadah wajib maupun sunnah agar bisa memasukinya tanpa halangan,” ujarnya.
Ustadz Drajat memaparkan detail kenikmatan surga yang disebut dalam ayat tersebut, mulai dari buah-buahan, pasangan yang suci, hingga kehidupan abadi tanpa penderitaan. Ia menjelaskan, buah-buahan dipilih sebagai simbol rezeki surga karena bisa langsung dinikmati dan mengandung manfaat penyembuhan.
“Kenapa buah-buahan, bukan nasi atau gandum? Karena buah segar bisa langsung dinikmati, tidak perlu diolah, dan mengandung berbagai zat untuk kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa di surga manusia akan kembali ke fitrah yang suci: tidak ada najis, haid, buang air, bahkan tidak ada ingus atau ludah.
“Di surga kelak kita akan menjadi muda, cantik, ganteng, tanpa kekurangan sedikit pun. Semuanya suci dan abadi,” tambahnya.
Meski demikian, soal makna “kekal” di surga, Ustadz Drajat mengakui masih ada pertanyaan yang belum terjawab secara detail.
“Jika manusia dikatakan kekal, apakah tidak sama dengan sifat Allah? Ini perkara ghaib. Wallahu a’lam, jangan diperdebatkan, yang pasti janji Allah itu benar,” tegasnya.
Menutup kajian, Ustadz Drajat kembali mengingatkan jamaah untuk menjadikan ibadah sebagai jalan meraih surga.
“Surga itu kenikmatan tanpa batas, sedangkan neraka penderitaan tanpa batas. Maka mari kita perbanyak ibadah, termasuk mengikuti kajian rutin Ahad pagi ini, agar kelak Allah masukkan kita ke surga,” pungkasnya.
Kontributor : Ario Bagus Pamungkas
