KENDALMU.OR.ID – Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) membuka peluang lebih luas bagi mahasiswanya untuk menembus pasar kerja internasional.
Melalui kegiatan Working Visit and Campus Tour bersama delegasi Jepang dan LPK Wakashio Gakko, Kamis (30/7/2026), kampus tersebut mulai menjajaki kerja sama strategis yang tidak hanya menyasar bidang pendidikan, tetapi juga pelatihan bahasa, magang, hingga rekrutmen tenaga kesehatan untuk bekerja di Jepang.
Rombongan delegasi disambut jajaran manajemen UMKABA yang dipimpin Teguh Anindito bersama sejumlah dosen.
Pertemuan berlangsung hangat dengan agenda utama membahas penguatan kolaborasi pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi bahasa Jepang, pertukaran budaya, program magang, hingga peluang penempatan lulusan UMKABA sebagai tenaga profesional di Negeri Sakura.

Delegasi Jepang terdiri atas Nakagawa Hiroshi dari Day Service Kono Yubi Tomare, Ozaki Kei dari Compass Co., Ltd, serta Takamura Takashi dari Shin Ajia.
Sementara dari LPK Wakashio Gakko hadir Direktur Eko Puji Waluyo, General Manager Dwi Heppi Prasetyo, dan Marketing M. Lutfi.
Teguh Anindito menegaskan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun kerja sama jangka panjang, terutama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan Indonesia yang siap bekerja di Jepang.
“Kami menyambut baik kunjungan delegasi Jepang ini. Harapannya, UMKABA semakin memahami kebutuhan tenaga perawat di Jepang sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja internasional,” tegasnya.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Mahasiswa juga harus dibekali kemampuan bahasa asing, etos kerja, kompetensi profesional, serta pemahaman budaya agar mampu bersaing di tingkat global.
Sementara itu, Direktur Eksekutif New Asia Friendship Cooperative Association, Toyama, Jepang, Takamura Takashi, memaparkan berbagai peluang penempatan magang maupun kerja di Jepang.

Sektor kesehatan, khususnya rumah sakit dan panti lansia, disebut masih membutuhkan tenaga perawat profesional dari Indonesia.
Selain forum diskusi, delegasi diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung fasilitas pembelajaran UMKABA, mulai ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan hingga pusat kegiatan mahasiswa.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran kesiapan UMKABA dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing internasional.
Kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti melalui pendataan mahasiswa yang berminat bekerja di Jepang.
Selanjutnya, UMKABA akan menggelar proses seleksi, sedangkan LPK Wakashio Gakko bertugas memberikan pelatihan bahasa Jepang, pendampingan administrasi, hingga membantu proses rekrutmen dan penempatan kerja.
Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin banyak alumni UMKABA untuk berkarier di Jepang sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai perguruan tinggi yang mampu menghubungkan lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di tingkat internasional. (ely)
