WELERI.KENDALMU.OR.ID – World Clean Up Day (Hari Bersih-Bersih Sedunia) yang jatuh pada 20 September 2025 lalu, masih menyisakan semangat dan gaungnya hingga kini.
Momentum tahunan yang melibatkan jutaan relawan di berbagai belahan dunia itu tidak sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Hangatnya peringatan tersebut terus menginspirasi berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, untuk mengajak generasi muda sejak usia dini mencintai bumi melalui aksi-aksi sederhana menjaga kebersihan.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan anak-anak TK ABA I Penyangkringan, Weleri, Kendal bersama guru dan wali murid, mereka mengikuti World Clean Up Day dengan aksi nyata: bersih-bersih lingkungan Taman Kota Weleri, Selasa (29/9/2025)
Kegiatan diawali dengan senam bersama. Seusai pemanasan, anak-anak, guru, dan orang tua langsung bergerak membersihkan area taman dengan penuh antusias.
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kendal, Ginta, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PD ‘Aisyiyah Kendal, Maghfirotun, unsur Korwilcambiddik Weleri, Ketua PCA Weleri, Luluk Arifatul Chorida, Ketua Majelis PAUD Dasmen PCA Weleri, Sri Handayani, LazisMu KL Weleri, Adi Wibisono, dan LLHPB PCA Weleri, Suharti.
Kehadiran berbagai pihak ini menambah semangat sekaligus menegaskan pentingnya sinergi menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala TK ABA I Penyangkringan, Dwi Noviati, menegaskan bahwa pembelajaran menjaga kebersihan harus ditanamkan sejak usia dini.
“Anak-anak perlu dikenalkan cara sederhana menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak alam. Jika dibiasakan, ini akan menciptakan kenyamanan baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PCA Weleri, Luluk Arifatul Choridha, menilai aksi bersih-bersih ini menjadi sarana pendidikan karakter lingkungan.
“Kegiatan ini mengajarkan anak sejak dini pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari rumah, sekolah, hingga ruang publik. Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak bersemangat mengumpulkan sampah yang berserakan, sementara para orang tua mendampingi dengan penuh kesabaran.
Usai kegiatan, kebersamaan semakin terasa saat siswa dan wali murid menikmati makanan ringan bersama-sama di taman terbuka.
Pihak sekolah berharap, aksi ini tidak berhenti pada seremoni peringatan World Clean Up Day, tetapi menjadi kebiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari. TK ABA I Penyangkringan ingin menanamkan kesadaran bahwa bumi yang bersih adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama. (santi)
Kontributor : Siti Susanti
