WELERI, KENDALMU.OR.ID – Prestasi membanggakan diraih Syifa Maharani, siswi kelas IX SMP Muhammadiyah 11 Rowosari yang berhasil masuk peringkat satu jajaran lulusan berprestasi ujian sekolah pada Tahun Pelajaran 2025/2026.
Capaian tersebut terasa istimewa karena selama tiga tahun terakhir ia menjalani pendidikan jauh dari kedua orang tuanya yang berada di Tangerang.
Saat ditemui usai acara pelepasan siswa, Syifa mengaku tidak menyangka namanya masuk dalam daftar siswa berprestasi.
Meski demikian, ia merasa sangat bersyukur atas hasil yang diraihnya.

“Senang sekali dan bangga. Apalagi orang tua saya jauh, tetapi saya tetap bisa mencapai prestasi ini. Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Selama bersekolah di Kendal, Syifa tinggal bersama neneknya di Karangsari, Kecamatan Rowosari.
Ia mengaku keberhasilannya tidak lepas dari kebiasaan belajar yang disiplin dengan membagi waktu antara mencatat materi dan mengerjakan latihan soal.
“Kalau pulang sekolah biasanya sore saya mencatat kembali materi yang dipelajari di kelas. Malam harinya saya buka lagi materi tersebut dan mengerjakan latihan soal,” katanya.

Selain mengikuti pelajaran akademik, Syifa juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan beberapa perlombaan.
Meski belum berhasil menjadi juara, ia pernah menembus sepuluh besar dalam lomba kaligrafi yang diikutinya tingkat Kabupaten
“Yang penting jangan takut mencoba. Kalau belum berhasil, terus belajar dan mencoba lagi,” tuturnya.
Setelah lulus dari SMP Muhammadiyah 11 Rowosari, Syifa berencana melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 31 Tangerang.

Keputusan tersebut diambil agar ia dapat kembali berkumpul dengan kedua orang tuanya setelah tiga tahun menjalani pendidikan jauh dari keluarga inti.
“Insya Allah saya akan melanjutkan ke SMA Negeri 31 Tangerang. Saya ingin kembali bersama orang tua karena selama ini sekolah jauh dari mereka,” katanya.
Kepada adik-adik kelasnya, Syifa berpesan agar selalu rajin belajar, aktif mengikuti kegiatan sekolah, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkembang.
“Jangan malas mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. Ikutlah kegiatan sekolah dan organisasi agar mendapat banyak pengalaman. Yang paling penting, tetap disiplin dan terus semangat belajar,” pesannya.
Menurut Fifa, prestasi tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap pengalaman. (fur)
