KENDALMU.OR.ID – Di saat sebagian warga memilih meninggalkan kawasan yang terus diterjang rob, Siti Rokhanah dan putranya, Atmo, justru masih bertahan di rumah sederhana mereka di Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal.
Hampir setiap hari, rumah itu dikepung genangan air laut yang tak kunjung surut, menjadikannya seperti pulau kecil di tengah hamparan rob.
Kondisi memilukan tersebut kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kendal.
Berbagai langkah penanganan mulai dikaji, termasuk kemungkinan relokasi sebagai solusi jangka panjang bagi keluarga yang selama ini hidup dalam kepungan air laut.
Sebelumnya, keberadaan Siti Rokhanah dan putranya juga menyita perhatian Kapolres Kendal, AKBP Hendri Susanto.
Bersama jajaran, Kapolres menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki melintasi kawasan terdampak rob untuk menyambangi rumah keluarga tersebut sekaligus menyerahkan bantuan sosial.
Menanggapi kondisi itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam.

Saat ini, pembahasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) tengah dilakukan guna menentukan langkah terbaik bagi keluarga yang terdampak.
“Persoalan ini sedang kami tindak lanjuti bersama OPD terkait. Untuk langkah selanjutnya, kami akan melakukan pembahasan dan rapat terlebih dahulu karena apabila relokasi menjadi solusi, tentu harus melalui berbagai kajian yang matang,” tegas Bupati kepada awak media usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Kendal Pengganti Antar Waktu (PAW), Rabu (17/6/2026)
Menurutnya, penanganan dampak rob tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi sosial, teknis, hingga kesiapan warga yang akan direlokasi.
Bupati juga menekankan bahwa relokasi tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh pemerintah. Persetujuan dari keluarga yang bersangkutan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan.
“Kami juga harus mempertimbangkan persetujuan dari pihak yang bersangkutan. Hasil kajian dan pembahasan nantinya akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan yang paling tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga kini, Siti Rokhanah dan putranya masih menjalani kehidupan di tengah ancaman rob yang terus menggenangi lingkungan sekitar.
Pemkab Kendal berharap langkah yang nantinya diputuskan mampu memberikan kepastian, rasa aman, serta kehidupan yang lebih layak bagi warga yang selama ini hidup di garis depan dampak rob pesisir Kendal. (fur)
