KALIWUNGU,KENDALMU.OR.ID – MI Muhammadiyah Sarirejo, Kaliwungu, tampil memukau dalam karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kecamatan Kaliwungu, Sabtu siang (30/8/2025).
Ribuan peserta tumpah ruah mengikuti parade yang mengambil rute dari Komplek Texmaco menuju halaman kantor Kecamatan Kaliwungu.
Di antara kontingen yang ikut serta, penampilan MI Muhammadiyah Sarirejo berhasil mencuri perhatian. Dengan melibatkan sekitar 130 siswa, sekolah ini menampilkan ragam tari kreasi berkemajuan yang sarat makna, penuh semangat kebangsaan, sekaligus membawa pesan penting tentang persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala MI Muhammadiyah Sarirejo, Siti Baroroh, menjelaskan bahwa tarian yang dipersembahkan anak-anak bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan sarana pendidikan karakter.

“Tari-tarian tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk ekspresi seni yang memadukan nilai tradisi dengan nuansa modern, sesuai dengan semangat Muhammadiyah yang selalu menekankan kemajuan tanpa meninggalkan akar budaya bangsa,” ungkapnya kepada kendalmu.or.id.
Dengan kostum berwarna cerah yang memancarkan keceriaan, para siswa menampilkan gerakan dinamis, luwes, dan penuh energi. Iringan musik yang memadukan instrumen tradisional dan modern membuat suasana semakin semarak, hingga mengundang tepuk tangan meriah dari penonton yang memadati sepanjang rute.

Salah satu tari kreasi yang ditampilkan mengangkat tema “Indonesia Berkemajuan”. Dalam tarian itu, anak-anak membentuk pola-pola kebersamaan dan persatuan, menggambarkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan besar untuk memajukan bangsa. Ada pula tari bertema lingkungan yang menyuarakan pesan kepedulian terhadap alam, sejalan dengan isu keberlanjutan yang kini menjadi perhatian dunia.
Baroroh menambahkan, melalui penampilan ini ia ingin menanamkan nilai kebanggaan sekaligus tanggung jawab kepada anak-anak untuk menjaga warisan budaya bangsa.
“Anak-anak harus menyadari bahwa bangsa kita punya kekayaan budaya yang luar biasa. Tugas kita adalah merawat, melestarikan, dan memperkenalkannya kembali kepada dunia dalam wajah yang segar dan berkemajuan,” ujarnya penuh harap.

Apresiasi juga datang dari salah satu tokoh Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Kaliwungu, Latifah, yang ikut berbaur dengan ribuan penonto. Ia menilai penampilan MI Muhammadiyah Sarirejo sebagai bukti nyata bahwa pendidikan Muhammadiyah bukan hanya berfokus pada akademik.
“Tari kreasi berkemajuan yang mereka tampilkan menjadi bukti bahwa seni bisa menjadi media dakwah kultural—menyampaikan pesan kebangsaan, kepedulian lingkungan, sekaligus nilai Islami dengan cara yang indah dan menghibur,” pungkasnya. (fur)
