KENDALMU.OR.ID. Keluarga pasien dari luar daerah yang harus mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan di RSI Muhammadiyah Kendal kini tak perlu lagi pusing mencari tempat bermalam. Wisma Ar Rahmah resmi dibuka tepat di depan rumah sakit.
Kehadiran wisma tersebut menjadi solusi bagi keluarga pasien yang harus tinggal selama berhari-hari untuk menunggu proses perawatan.
Sebelumnya, keluarga pasien dari luar daerah harus mencari penginapan di luar kawasan rumah sakit, bahkan ada yang terpaksa memanfaatkan fasilitas masjid.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Muhammadiyah Kendal, Taufik Husein, mengatakan Wisma Ar Rahmah sengaja dibangun sebagai fasilitas penunjang RSI Muhammadiyah Kendal.
“Kalau ada keluarga pasien dari luar kota yang pasiennya harus dirawat dua, tiga atau empat hari, tidak perlu tidur di masjid RSI. Bisa menginap di sini,” tegas Taufik usai peresmian, Rabu (9/9/2026)

Menurutnya, keberadaan wisma tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga pasien.
Fasilitas tersebut juga dapat digunakan dokter internship, mahasiswa koas, calon perawat, tenaga kesehatan, pendidik maupun peserta seminar yang berkegiatan di RSI.
Dari sisi investasi, pembangunan Wisma Ar Rahmah membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar.
Sekitar Rp4,5 miliar digunakan untuk pembangunan gedung, sedangkan Rp500 juta untuk sarana dan prasarana penunjang.
Taufik menegaskan, pembiayaan pembangunan tidak mengganggu operasional rumah sakit karena menggunakan pembiayaan perbankan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Semua harus berputar dan kembali ke amal usaha Muhammadiyah, kembali ke RSI. Ada koperasi, parkir maupun kos-kosan, semuanya harus saling mendukung,” tandasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pengelola Wisma Ar Rahmah, Anang Wicaksana, mengatakan tahap awal wisma menyediakan 24 kamar di lantai pertama. Kamar tersebut terbagi dalam kelas ekonomi, menengah dan VIP.
“Untuk tarif, kelas ekonomi sekitar Rp700 ribu per bulan, sedangkan VIP sekitar Rp1,45 juta per bulan. Kami menyiapkan pilihan sesuai kebutuhan penghuni,” kata Anang.
Menurut Anang, sistem hunian dibuat fleksibel dengan layanan harian, bulanan maupun tahunan.
Pengelolaan juga menerapkan konsep syariah dengan penempatan penghuni laki-laki dan perempuan secara terpisah.
“Penghuni laki-laki dan perempuan ditempatkan terpisah. Untuk pasangan suami istri tetap bisa menempati kamar sesuai ketentuan pengelola,” jelasnya.
Anang menambahkan, pengelola menargetkan tingkat okupansi mencapai sekitar 85 persen.
Berdasarkan perhitungan awal, potensi pendapatan diperkirakan Rp48,79 juta per bulan atau Rp585,48 juta per tahun.
Jika permintaan terus meningkat, pembangunan lantai dua akan dilanjutkan sehingga kapasitas keseluruhan mencapai 48 kamar.
Pengelolaan Wisma Ar Rahmah untuk sementara masih terintegrasi dengan RSI Muhammadiyah Kendal.
Seluruh transaksi keuangan masuk dalam pembukuan rumah sakit dan diperhitungkan dalam Sisa Hasil Usaha (fur)
