BOJA, KENDALMU.OR.ID – Partisipasi penuh kembali ditunjukkan SMK Muhammadiyah 2 Boja dalam karnaval HUT RI tingkat Kecamatan Boja, Ahad (31/8/2025).
Dengan start di kawasan Tampingan dan finish di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja, kontingen sekolah ini tampil memukau dan sukses menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati sepanjang rute.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa keikutsertaan siswanya dalam karnaval bukan sekadar hiburan, melainkan sarat nilai pendidikan.

“Karnaval ini adalah sarana membangun kepekaan dan kesadaran diri siswa, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata rasa cinta kepada NKRI,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum karnaval yang selalu menghadirkan penonton dalam jumlah besar harus dimanfaatkan sekolah sebagai media publikasi dan promosi.

“Bukan hanya di Boja, tetapi juga hingga ke Limbangan, Singorojo, dan Mijen,” imbuhnya.
Tahun ini, SMK Muhammadiyah 2 Boja mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dengan subtema “Jejak Nusantara dari Palapa hingga Merdeka.”

Tema ini diramu dalam sajian teaterikal sejarah, budaya, hingga promosi jurusan baru sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Tugiman, menjelaskan pihaknya mengerahkan 400 an peserta dari 1.479 siswa SMK Muh 2 Boja, bahwa penampilan kontingen dikemas dengan konsep teatrikal-tari yang memadukan sejarah berdirinya Indonesia dengan sentuhan budaya karnaval dari alam.

Parade dimulai dengan spanduk identitas dan pembawa nomor urut, disusul 10 siswa berkostum karnaval berbahan kertas dan plastik yang kreatif, unik, penuh warna, serta berbentuk burung, bunga, dan gunungan wayang. Kostum ini menjadi simbol kreativitas, identitas budaya, edukasi, dan kebersamaan.
Setelah itu, tampil miniatur Candi Penataran yang diusung menggunakan troli, menegaskan peran candi sebagai pusat upacara kenegaraan sekaligus tempat pemujaan dewa Siwa pada masa lalu.

Pemandangan semakin megah dengan hadirnya mobil hias bergambar Patih Gajah Mada dengan sumpah “Amukti Palapa,” simbol tekad menyatukan nusantara. Parade ini diperkuat dengan barisan siswa berkostum Selidik Baju Besi Legiun Kekaisaran, menggambarkan semangat prajurit tangguh dan disiplin.
Atraksi semakin memukau ketika muncul “Fire Dragon”, naga bersayap yang menyemburkan api dan mengibaskan ekor mematikan, dengan seorang Raja Majapahit, Hayam Wuruk berdiri gagah di punggungnya sambil menghunus pedang.

Setelah itu, barisan siswa berkostum pakaian adat tampil anggun, disusul fragmen teatrikal tentang Indonesia di masa penjajahan, hingga mobil hias dengan lambang Garuda sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa.
Kemeriahan ditutup oleh seratus pasukan drumband Gita Nada Surya yang mengalunkan lagu-lagu kemerdekaan, serta tiga siswa “sapu jagat” yang sigap mengumpulkan sampah peserta.

Sebagai penutup, puluhan siswa tampil dengan seragam praktik mengendarai sepeda motor lengkap dengan helm. Atraksi ini sekaligus menjadi ajang promosi bahwa mulai tahun ajaran 2025/2026, SMK Muhammadiyah 2 Boja membuka program studi baru, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM).
“Ini bagian dari publikasi resmi, bahwa sekolah kami membuka jurusan baru TSM mulai tahun ajaran mendatang,” jelas Tugiman.

Dengan sajian yang lengkap—dari teatrikal sejarah, seni budaya, hingga promosi pendidikan—SMK Muhammadiyah 2 Boja berhasil memadukan edukasi, hiburan, dan promosi sekolah dalam satu penampilan spektakuler. Tak heran jika kontingen ini kembali menjadi salah satu yang paling ditunggu di karnaval HUT ke-80 RI Kecamatan Boja. (fur)
