KENDALMU.OR.ID – Rumah Sakit Islam (RSI) 2 Muhammadiyah Kendal mencatat tren pertumbuhan positif selama satu tahun pertama operasionalnya.
Peningkatan jumlah kunjungan pasien dan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan rumah sakit yang berada di wilayah Kendal bagian atas tersebut.
Direktur RSI 2 Muhammadiyah Kendal, dr. Alexander Bramukhaer, mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 rata-rata kunjungan pasien mencapai sekitar 870 orang setiap bulan. Bahkan pada April 2026 jumlah kunjungan menembus 1.052 pasien.
“Alhamdulillah, selama satu tahun berjalan kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tegas Alexander saat resepsi Milad ke-1 RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, pada enam bulan pertama operasional, Juli-Desember 2025, rata-rata kunjungan pasien berkisar 800 orang per bulan dengan angka tertinggi 954 kunjungan pada Oktober. Sementara itu, BOR yang semula berada di kisaran 38 persen kini meningkat menjadi rata-rata 45 persen.
Menurut Alexander, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, klinik, dokter keluarga hingga masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada RSI 2 Muhammadiyah Kendal.
“Keberhasilan ini bukan semata hasil kerja manajemen, tetapi buah dari dukungan seluruh stakeholder. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RSI 2 Muhammadiyah Kendal,” katanya.
Milad perdana RSI 2 Muhammadiyah Kendal menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya anjangsana ke Pondok Pesantren Darul Arqom, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bersama PMI Kabupaten Kendal, khitan massal bekerja sama dengan Lazismu, penandatanganan kerja sama pelayanan kesehatan, hingga seminar kebidanan yang diikuti sekitar 140 bidan.
Alexander berharap rumah sakit segera menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar akses pelayanan kesehatan masyarakat Kendal bagian atas semakin luas.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kendal, Taufik Husein, menilai kenaikan BOR dari 38 persen menjadi 45 persen merupakan bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Masyarakat kini tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Patean, Plantungan, Sukorejo, hingga Pageruyung sudah memiliki pusat pelayanan kesehatan yang dapat diandalkan, yakni RSI 2 Muhammadiyah Kendal,” ujarnya.
Taufik juga mendorong manajemen mempercepat kerja sama dengan BPJS Kesehatan serta memperkuat fondasi keuangan rumah sakit agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Agus Budi Utomo, menegaskan rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga menjalankan misi sosial, pendidikan kesehatan, dan dakwah.
“Kami bersyukur bukan karena semakin banyak orang sakit, tetapi karena semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada rumah sakit Muhammadiyah. Kepercayaan itu harus kami jawab dengan pelayanan yang semakin baik,” tegas Agus.
Ia menambahkan, pendampingan spiritual menjadi bagian penting dari pelayanan di RSI 2 Muhammadiyah Kendal. “Rumah sakit Muhammadiyah tidak sekadar mengobati penyakit, tetapi juga mendampingi pasien secara rohani sebagai wujud pelayanan kemanusiaan dan dakwah Islam,” pungkasnya.(fur)
