KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (14/6/2206), dengan menghadirkan Ketua PCM Ngampel, Ustadz Abdul Ghofur, sebagai pemateri.
Kegiatan yang diikuti anggota PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut mengangkat tema “Membedah Lirik Sang Surya”.
Dalam kajiannya, Ustadz Abdul Ghofur menyoroti fenomena sebagian anggota yang bergabung dengan Muhammadiyah hanya karena ikut-ikutan atau alasan pekerjaan di lingkungan AUM. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dan bahkan membuat sebagian kader enggan menunjukkan identitasnya di tengah masyarakat.
“Terkadang kita dalam bermuhammadiyah merasa malu dan asing di lingkungan kita,” ujarnya.
Melalui pembahasan lirik Sang Surya yang diciptakan oleh Djarnawi Hadikusumo, ia mengajak jamaah memahami makna mendalam di balik lagu yang selalu dinyanyikan dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah. Menurutnya, setiap bait mengandung pesan teologis sekaligus semangat perjuangan yang relevan hingga saat ini.

Ia menjelaskan bahwa lirik “Sang Surya Tetap Bersinar” melambangkan semangat tajdid atau pembaruan yang membawa umat keluar dari kebodohan dan keterbelakangan. Sementara frasa “Syahadat Dua Melingkar” menegaskan pentingnya pemurnian tauhid sebagai landasan seluruh gerakan Muhammadiyah, sedangkan warna hijau menjadi simbol dakwah yang damai dan penuh optimisme.
Lebih lanjut, lirik “Muhammad Junjunganku” dan “Al-Islam Agamaku” dipahami sebagai ikrar untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan serta Islam sebagai pedoman hidup. Adapun penutup lagu, “Muhammadiyah Gerakanku”, dimaknai sebagai ajakan mewujudkan keimanan melalui aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Ustadz Abdul Ghofur juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak menjadikan organisasi sebagai sarana mengejar kepentingan duniawi semata. “Jangan mencari duniawi dari Muhammadiyah,” pesannya. Ia menambahkan bahwa setiap perjuangan harus disertai ketergantungan kepada Allah SWT. “Kalau tidak berdoa kepada Allah maka sulit,” katanya.
Menutup kajian, Ustadz Abdul Ghofur berharap para jamaah semakin memahami makna sakral lirik Sang Surya dan meneguhkan komitmen dalam bermuhammadiyah. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai yang terkandung dalam lagu tersebut sebagai pedoman dalam berdakwah, berorganisasi, dan mengabdi kepada masyarakat. (rio)
