SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Nasyiatul Aisyiyah (NA) Ranting Mulyosari menggelar kegiatan parenting pada Senin (22/12 2025), bertempat di TK ABA 06 Mulyosari.
Peringatan Hari Ibu 2025 mengusung tema nasional, “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045″.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota NA Ranting Mulyosari dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menambah wawasan tentang pendidikan anak.
Suasana kegiatan berlangsung antusias dan meriah. Beberapa peserta hadir sambil menggendong anaknya, sementara calon-calon ibu juga ikut aktif mengikuti materi.

Sebagai narasumber, PR NA Mulyosari menghadirkan Sri Astutik, motivator sekaligus salah satu pemilik bimbingan belajar di Sukorejo.
Sri Astutik menekankan pentingnya kesiapan ibu dalam mendidik anak di era modern sebagai bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia 2045.
Ia menilai, peran ibu sangat strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan anak agar kelak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.
Menurutnya, pembekalan ilmu dan pengalaman menjadi kunci agar para ibu mampu menghadapi tantangan parenting dengan lebih percaya diri dan efektif.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar ibu-ibu lebih siap dalam mendidik anak menghadapi tantangan zaman yang serba modern,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan para ibu tidak hanya terkait aspek pengasuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, pendidikan, dan sosial budaya agar anak dapat tumbuh optimal di tengah dinamika global.
Dalam sesi materi, Sri Astutik menekankan peran ibu dalam Islam yang sangat strategis. Menurutnya, ibu tidak hanya melahirkan dan mengurus rumah tangga, tetapi juga membangun generasi yang berkualitas. Ibu memiliki kedudukan tinggi karena pengorbanannya sejak mengandung, melahirkan, hingga menyusui.
“Rasulullah bersabda, ‘Surga berada di telapak kaki Ibu’ (HR. Ahmad). Berbakti kepada ibu adalah wasilah untuk mendapatkan ridha Allah,” terang Sri Astutik.
Ia menambahkan bahwa segala tindakan seorang ibu bernilai ibadah. Oleh karena itu, meskipun pekerjaan seorang ibu rumah tangga sering disepelekan, Islam menegaskan bahwa setiap tetesan keringat, air mata, dan lelah seorang ibu adalah pahala.
“Menjadi ibu bukan tugas mudah, tapi Islam mengajarkan bahwa setiap tetesan keringat adalah pahala, setiap air mata penghapus dosa, dan setiap lelah adalah jalan menuju surga,” tegas Sri Astutik.
Ia juga memberikan lima prinsip parenting dalam Islam, yakni asuh dengan hati, jaga emosi, utamakan kedekatan, tidak membandingkan anak, dan bersandar pada Illahi
Sri Astutik berpesan agar setiap ibu senantiasa meluruskan niat, bersabar, bersyukur, dan hanya memohon pertolongan kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam mendidik anak.
“Kita berharap kegiatan ini membuat ibu lebih sabar dan sadar bahwa setiap kepayahan dalam mendidik anak akan diganjar pahala oleh Allah. Dengan kesabaran, lahirlah generasi Islam yang sesuai harapan,”

Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PR NA) Mulyosari, Aida Yulianti, menegaskan bahwa kegiatan parenting ini merupakan wujud upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi para ibu dan calon ibu dalam mendidik anak yang akan menghadirkan generasi harapan bangsa 2045.
Menurut Aida, pembekalan ilmu parenting sangat penting untuk mempersiapkan ibu-ibu menghadapi tantangan pendidikan anak di era modern.
Ia menekankan bahwa peran ibu menjadi kunci dalam membentuk anak-anak yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi generasi berkualitas yang akan menjadi bagian dari Generasi Emas 2045.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ajang belajar bersama untuk menjadi ibu yang baik, bijak, dan penuh kesabaran. Sebagai seorang ibu, kita masih banyak kekurangan dan terus membutuhkan ilmu serta pengalaman agar dapat membimbing anak dengan benar,” jelas Aida.
Ia menambahkan, kesiapan ibu dalam mendidik anak tidak hanya meliputi aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, pembinaan ini penting agar anak-anak yang dibimbing hari ini kelak tumbuh menjadi generasi unggul yang dapat menghadapi kompleksitas kehidupan, berperan aktif di masyarakat, dan mewujudkan visi Indonesia 2045 sebagai bangsa maju dan berdaya saing
“Ibu bukan hanya pengurus rumah tangga, tetapi pendidik pertama yang menentukan fondasi masa depan anak. Oleh karena itu, setiap ibu harus berkomitmen untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan meluruskan niat dalam mendidik generasi mendatang,” tegasnya. (dian)
