GEMUH, KENDALMU.OR.ID – Suasana Masjid An-Nida, Desa Jenarsari, tampak lebih semarak pada Ahad pagi (5/10/2025).
Puluhan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, larut dalam pengajian rutin yang kali ini menghadirkan Ustadz Chafidin Daris, sebagai pemateri.
Dengan gaya ceramah yang lugas, ia mengangkat tema penting seputar keteladanan Rasulullah SAW, peran wanita dalam kehidupan, serta urgensi menuntut ilmu.
Dalam awal tausiyahnya, Ustadz Chafidin menekankan pentingnya mengenal Rasulullah secara mendalam.
“Iblis dan setan tidak bisa menyerupai wajah Rasulullah, maka kita sebagai umatnya harus mengenal beliau secara detail, bukan hanya sebatas nama atau cerita, tapi juga akhlaknya, sunnah-sunnahnya, dan kehidupannya sehari-hari,” tuturnya.

Ia kemudian menyinggung kisah Musailamah Al-Kadzab, seorang nabi palsu yang mengaku menerima wahyu.
“Kita harus waspada terhadap orang-orang yang mengaku membawa kebenaran, padahal itu kedustaan. Mukjizat Rasulullah membelah bulan, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Qamar, adalah bukti kerasulan yang sah dari Allah SWT,” jelasnya.
Tidak hanya membahas mukjizat, Ustadz Chafidin juga menyoroti sisi kemanusiaan Rasulullah.
“Nabi Muhammad SAW bahkan suka memberikan makanan kepada para sahabat dan fakir miskin di masjid. Itu menunjukkan kepeduliannya kepada umat secara langsung,” ungkapnya.
Kajian juga semakin menarik saat beliau membawakan kisah keluarga Rasulullah, khususnya tentang Fatimah Az-Zahra yang pernah mengeluhkan beratnya kehidupan rumah tangga bersama Ali bin Abi Thalib.
“Rumah tangga Rasulullah bukan tanpa ujian. Tapi beliau selalu memberi teladan bagaimana membangun rumah yang penuh cinta dan kesabaran,” lanjutnya.

Dalam konteks keluarga, Ustadz Chafidin menegaskan bahwa wanita memegang peran yang sangat vital.
“Wanita adalah tiang negara. Bila baik tiangnya, maka baik pula negara. Sebaliknya, bila rusak, maka rusaklah peradaban,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Rasulullah pernah mengajak istrinya menghadiri pertunjukan di luar rumah, sebuah bukti bahwa interaksi sosial keluarga adalah bagian dari kehidupan Nabi yang layak diteladani.
Di akhir ceramah, Ustadz Chafidin menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai bekal menghadapi kehidupan.
“Iman yang kuat akan diuji dengan ujian yang berat. Tapi itu bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya,” pungkasnya.
Pengajian Ahad pagi ini ditutup dengan kebersamaan yang hangat. Panitia menyediakan sarapan gratis dan teh hangat bagi jamaah, menambah rasa syukur dan ukhuwah di Masjid An-Nida, Jenarsari. (hasal)
Kontributor : Hasan Al Bana
