KENDALMU.OR.ID. Rapat pleno Komite SMP Negeri 2 Boja tak sekadar menjadi forum evaluasi dan koordinasi.
Kegiatan tersebut juga berubah menjadi panggung kreativitas ketika Tim Tari Surya Natya Muda dan Tim Multimedia SMK Muhammadiyah 2 Boja tampil mengambil peran, Senin (7/9/2026).
Kehadiran siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja menjadi bukti pembelajaran kejuruan tak melulu berlangsung di ruang kelas.
Para siswa mendapat kesempatan mengasah keberanian, kreativitas, keterampilan seni, teknologi, hingga kemampuan bekerja dalam tim melalui kegiatan nyata.
Tim Tari Surya Natya Muda tampil dengan penuh semangat dan percaya diri.
Gerak dan ekspresi yang dibawakan menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus ikut menjaga seni budaya.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan eksternal menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman.
“Kami ingin siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan dan kreativitasnya di tengah masyarakat. Kesempatan seperti ini menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri mereka,” ujar Nur Khirin.
Menurutnya, keterlibatan Tim Multimedia juga memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam menjalankan tugas dokumentasi dan kebutuhan produksi konten.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang membutuhkan keterampilan praktis.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Boja, Rosalia Aristianti, mengapresiasi kontribusi siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja dalam mendukung pelaksanaan rapat pleno.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi SMK Muhammadiyah 2 Boja. Anak-anak bisa tampil menunjukkan kreativitas sekaligus membantu kebutuhan multimedia dalam kegiatan kami,” kata Rosalia.
Ia menilai kolaborasi antarsekolah memberikan manfaat positif bagi siswa maupun lembaga pendidikan.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan bersama dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan mengembangkan potensi.
“Kolaborasi seperti ini penting karena pendidikan tidak hanya berbicara tentang teori. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman nyata, berinteraksi, bekerja sama, dan berani menunjukkan kemampuannya,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Multimedia SMK Muhammadiyah 2 Boja menangani dokumentasi dan kebutuhan multimedia.
Sementara Tim Tari Surya Natya Muda menjadi bagian dari pengisi acara.
Keterlibatan dua tim tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman langsung.
Siswa ditempa untuk mampu bekerja secara profesional, berkolaborasi, sekaligus menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan kolaborasi,” pungkas Nur Khirin. (fur)
