BRANGSONG, KENDALMU.OR.ID — Umat Muslim dari kalangan Muhammadiyah di Kabupaten Kendal melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), dengan ribuan jamaah memadati berbagai lapangan terbuka sejak pagi hari.
Pelaksanaan ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah yang menjadwalkan Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).
Salah satu titik pelaksanaan berada di halaman SMK Negeri 4 Kendal yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brangsong.
Sejak matahari terbit, ratusan jamaah mulai berdatangan dan memenuhi area salat untuk menunaikan ibadah secara berjamaah.
Pelaksanaan salat di ruang terbuka menjadi pilihan utama guna menampung jumlah jamaah yang besar.
Selain itu, suasana pagi yang cerah turut menambah kekhusyukan ibadah yang berlangsung tertib dan lancar.

Meski terdapat perbedaan penetapan hari raya antara Muhammadiyah dan pemerintah, suasana tetap berjalan kondusif.
Jamaah tampak menjalankan ibadah dengan penuh khidmat, tanpa mengurangi rasa saling menghormati di tengah masyarakat.
Dalam khutbahnya, khatib Muhammad Nasih menegaskan pentingnya menjaga sikap toleransi dalam menyikapi perbedaan.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disyukuri. Ia seperti pelangi, beragam warna namun tetap indah dalam satu kesatuan,” tegasnya di hadapan jamaah.
Selain menyoroti nilai toleransi, khutbah juga khutbah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas konsumsi makanan sebagai bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Ia menyampaikan bahwa ajaran Islam tidak hanya menuntut makanan yang halal, tetapi juga thayyib, yakni baik, sehat, dan bergizi.

Menurutnya, pola konsumsi yang baik memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk tingkat kecerdasan.
Ia mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat kecerdasan (IQ) masyarakat Indonesia masih berada pada kisaran 60 hingga 70, meski terdapat sejumlah individu dengan kemampuan luar biasa.
“Ada santri yang mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an dalam waktu singkat dengan kecerdasan di atas rata-rata. Salah satu faktor pentingnya adalah asupan makanan yang baik dan bergizi,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan bahan pangan sederhana seperti daun kelor yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan mudah dijangkau masyarakat.
“Tidak harus mahal, yang penting bergizi dan memberi manfaat bagi tubuh,” tambahnya.
Melalui momentum Idulfitri ini, umat Islam diharapkan tidak hanya kembali pada kesucian secara spiritual, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup melalui pola makan sehat, sikap toleran, dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan. (yudi)
