KENDALMU.OR.ID. Penguatan mitigasi risiko menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keuangan koperasi sekaligus menekan potensi kredit macet yang dapat mengganggu keberlanjutan usaha.
Karena itu, koperasi didorong memperkuat tata kelola dan memperketat analisis calon peminjam melalui pemanfaatan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kendal, Haji Tardi, saat Sarasehan dan Temu Usaha Koperasi yang dirangkai dengan Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Mitigasi Risiko Tata Kelola Koperasi di Gedung Dekopinda Kendal, Selasa (7/7/2026).
Menurut Tardi, penerapan mitigasi risiko memungkinkan koperasi mengetahui kondisi keuangan anggota sejak awal, termasuk riwayat pinjaman di lembaga keuangan lain maupun pinjaman online.
Data tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan kelayakan pemberian kredit.
“Koperasi harus mampu melakukan mitigasi agar terhindar dari kerugian dan kredit macet. Data keuangan anggota harus menjadi pertimbangan sebelum pinjaman disetujui,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perkembangan layanan pinjaman digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh pembiayaan dari berbagai lembaga.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko gagal bayar apabila koperasi tidak memiliki sistem verifikasi yang memadai.
Melalui pelatihan ini, lanjutnya, koperasi diperkenalkan pada aplikasi yang dapat membantu menelusuri data pinjaman anggota sehingga pengurus dapat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih akurat dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal, Jumaiyah, mengatakan mitigasi risiko merupakan bagian penting dari tata kelola koperasi untuk melindungi aset dan menjaga kepercayaan anggota.
“Koperasi adalah milik bersama. Tanpa pengawasan yang kuat dan aturan yang transparan, dana anggota sangat rentan disalahgunakan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Kendal memiliki 942 koperasi, terdiri atas 597 koperasi aktif dan 345 koperasi tidak aktif.
Pemerintah daerah secara rutin melakukan pembinaan serta pemeriksaan kesehatan koperasi guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Jumaiyah, mayoritas koperasi di Kendal berada dalam kondisi sehat dan telah menerapkan tata kelola yang baik.
Adapun koperasi yang masih memerlukan pengawasan terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan bersama Dekopinda Kendal agar mampu meningkatkan kinerja serta menjaga keberlanjutan usahanya. (fur)
