KENDALMU.OR.ID. Film dokumenter Single-Use Planet hadir sebagai salah satu karya lingkungan paling menyita perhatian pada 2025.
Dokumenter berdurasi sekitar 95 menit itu garapan sutradara Steve Cowan, pendiri Habitat Media, berperan. Sebelumnya, ia telah memproduksi sejumlah dokumenter lingkungan yang ditayangkan PBS, di antaranya Empty Oceans, Empty Nets dan Pricele$$.
Film Single-Use Planet mengupas dampak budaya konsumsi sekali pakai yang telah memicu krisis sampah plastik di berbagai belahan dunia.
Film ini menampilkan perjalanan panjang plastik, mulai dari proses produksi, distribusi, konsumsi, hingga akhirnya mencemari laut, sungai, tanah, dan lingkungan tempat tinggal manusia.
Melalui pengambilan gambar di lebih dari sepuluh negara, termasuk Indonesia, Kenya, dan Amerika Serikat, Single-Use Planet memperlihatkan bagaimana limbah plastik telah menjadi ancaman global yang nyata.
Dokumenter tersebut menghadirkan wawancara dengan ilmuwan, aktivis lingkungan, pembuat kebijakan, serta masyarakat yang hidup di wilayah terdampak pencemaran.
Mereka menjelaskan bahwa penggunaan plastik sekali pakai yang terus meningkat tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia dan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada visual yang menggugah.
Penonton diajak menyaksikan hamparan sampah plastik di lautan, tumpukan limbah di tempat pembuangan akhir, hingga mikroplastik yang telah masuk ke rantai makanan manusia.
Narasi puitis yang dipadukan dengan data ilmiah membuat pesan yang disampaikan terasa kuat sekaligus menyentuh.
Melalui karya sinematik ini, sutradara berusaha membuka mata publik global terhadap realitas krisis ekologi yang kian mengkhawatirkan akibat gaya hidup modern yang eksploitatif.
Dalam sebuah sesi wawancara yang mendalam mengenai visi proyek tersebut, Steve Cowan menyatakan, filmĀ ini dibuat untuk mendorong masyarakat memahami hubungan antara pola konsumsi sehari-hari dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat di dunia.
“Single-Us Planet dibuat untuk mendorong masyarakat memahami hubungan antara pola konsumsi sehari-hari dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat di dunia,” kata Steve Cowan.
Setelah tayang perdana di Sundance Film Festival, Single-Use Planet mendapatkan respons positif dari kritikus film dan pegiat lingkungan.
Dokumenter ini dipuji karena berhasil menghubungkan isu pencemaran plastik dengan persoalan keadilan sosial, terutama bagi masyarakat miskin yang sering menjadi pihak paling terdampak oleh krisis limbah.
Selain menjadi tontonan edukatif, film ini juga banyak digunakan sebagai materi kampanye lingkungan dan diskusi publik.
Pesan utamanya sederhana namun kuat: perubahan kebiasaan konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih baik menjadi langkah penting untuk mencegah bumi semakin tenggelam dalam krisis plastik.
Bagi penonton yang peduli terhadap masa depan lingkungan, Single-Use Planet bukan sekadar film dokumenter, melainkan peringatan keras tentang harga yang harus dibayar jika manusia terus mengabaikan dampak sampah plastik terhadap planet yang menjadi rumah bersama. (fur)
