NGAMPEL.KENDALMU.OR.ID. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal melalui Anggota Majelis Tabligh, Ustadz Abdul Rosid menggelorakan semangat keislaman melalui program unggulan bertajuk ASHOI, singkatan dari A untuk Al-Qur’an, SHO untuk Sholat, dan I untuk Infaq.
Program ini diluncurkan sejak bulan Ramadhan lalu dan terus disosialisasikan ke berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), termasuk dalam Kajian Rutin Ahad Pagi PCM Ngampel, yang digelar Ahad pagi (20/7) di Aula Kecamatan Ngampel.
Dalam kajian yang dihadiri puluhan jamaah ini, Ustaz Abdul Rosid, sekaligus Ketua PCM Pegandon, memaparkan secara mendalam filosofi dan urgensi program ASHOI sebagai gerakan penguatan spiritual kader Muhammadiyah di Kendal.
“ASHOI ini merupakan program unggulan terbaru PDM Kendal setelah sukses dengan program Zakat sebelumnya,” buka Ustaz Rosyid dalam ceramahnya yang disambut antusias.
Program ASHOI dimulai dari huruf A, yakni Al-Qur’an—kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW dan menjadi sumber petunjuk sepanjang masa. Ustaz Rosyid menekankan pentingnya membangun kedekatan umat dengan Al-Qur’an, baik melalui hafalan, pemahaman makna, maupun rutinitas membacanya.
“Ahli Al-Qur’an itu ada tiga: yang hafal, yang memahami artinya, dan yang rajin membacanya. Bahkan satu huruf saja yang dibaca bernilai sepuluh pahala, dan bisa berlipat-lipat hingga nilainya seperti beribadah selama 500 tahun,” jelasnya.
Tak hanya itu, beliau juga mengulas sejarah pembukuan Al-Qur’an pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang digagas atas inisiatif Umar bin Khattab sebagai respons atas menurunnya daya ingat umat pasca wafatnya Rasulullah SAW.

Pilar kedua adalah SHO, yang berarti Sholat. Ustaz Rosyid mengingatkan bahwa sholat merupakan ibadah yang tidak bisa ditawar-tawar. Sholat adalah perintah langsung dari Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, dan semula diperintahkan sebanyak 50 kali sehari sebelum dikurangi menjadi 5 waktu dengan kualitas yang tetap setara.
“Sesibuk apapun kita, jangan tinggalkan sholat. Sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, menghapus dosa, dan menjadi waktu-waktu emas kita untuk bermunajat kepada Allah,” tegasnya.
Beliau juga mendorong kaum laki-laki untuk berjamaah di masjid, sementara kaum perempuan diberi fleksibilitas beribadah di rumah atau masjid.
Huruf terakhir, I, merujuk pada Infaq, sebagai bentuk kedermawanan yang memiliki kekuatan spiritual dan sosial luar biasa. Dalam kajiannya, Ustaz Rosyid membagikan sebuah kisah inspiratif tentang seorang TKI di Arab Saudi yang menerima sebagian besar harta dari majikannya yang sakit parah. Anehnya, setelah bersedekah, majikan itu justru dinyatakan sembuh total dari penyakitnya.
“Satu kebaikan bisa dilipatgandakan jadi seratus pahala. Infaq itu bukan soal besar-kecilnya, tapi ketulusan hati,” tambahnya.
Program ASHOI tidak hanya digagas sebagai slogan, tetapi sebagai gerakan spiritual yang diharapkan tumbuh di seluruh PCM dan PRM se-Kabupaten Kendal. Dengan fokus pada tiga amalan pokok umat Islam, PDM Kendal berharap tercipta generasi kader Muhammadiyah yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga berkualitas dari segi iman, taqwa, dan adab.
“Kalau Al-Qur’an kita pegang, sholat kita jaga, dan infaq kita biasakan, insyaallah hidup kita akan terarah dan bermakna. Program ASHOI ini adalah jalan kecil menuju keberkahan besar,” tutup Ustaz Rosyid penuh keyakinan.
Program ASHOI kini mulai menggeliat di berbagai cabang Muhammadiyah di Kendal, menjadi pengingat bahwa gerakan Islam bukan hanya soal organisasi dan struktur, tetapi juga tentang kedekatan ruhani pada Tuhan, kepedulian pada sesama, dan konsistensi dalam ibadah harian. (rio)
Kontributor : Ario Bagus Pamungkas. Editor : Abdul Ghofur
