KENDAL.KENDALMU.OR.ID. Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Sekolah Dasar (SD) Taruna Muhammadiyah di Kecamatan Kendal yang menempati gedung lantai 3, beralamat di Jalan Putat, Kel Karangmalang Sukodono, Kendal tampil dengan pendekatan pendidikan yang memberi warna tersendiri.
Di tengah derasnya arus teknologi dan gaya hidup instan, sekolah ini hadir dengan konsep pembelajaran yang mengedepankan disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan fisik siswa, tanpa mengabaikan ruh nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Salah satu ciri khas yang menonjol di sekolah ini adalah pembiasaan apel pagi atau baris-berbaris sebelum proses belajar dimulai.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas gerakan fisik, tetapi bagian integral dari pendidikan karakter yang telah menjadi napas gerakan Muhammadiyah sejak lama.
“Kami ingin membentuk peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual dan berbudi luhur, tetapi juga kuat secara fisik. Anak-anak yang tangguh, mandiri, dan berakhlak Islam,” ungkap Nurudin, Kepala SD Taruna Muhammadiyah Kendal, saat ditemui usai kegiatan apel pagi, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, kegiatan baris-berbaris setiap pagi merupakan strategi sederhana namun berdampak besar. Anak-anak diajak berdisiplin waktu, mematuhi arahan, saling menghargai dalam barisan, serta memulai hari dengan semangat kebersamaan dan spiritualitas melalui doa dan kultum pagi.

“Itulah pendidikan karakter yang hidup. Bukan sekadar teori, tapi langsung dipraktikkan sejak mereka melangkah ke halaman sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, Nurudin menyoroti tantangan era digital terhadap tumbuh kembang anak, khususnya kebiasaan hidup yang serba praktis dan kurang gerak.
Ia menyayangkan kondisi sebagian anak yang sudah akrab dengan gadget sejak dini namun memiliki kecenderungan malas bergerak (mager).

“Anak-anak sekarang terbiasa duduk berlama-lama di depan layar. Bahkan dari rumah ke sekolah pun diantar kendaraan, padahal jaraknya hanya beberapa ratus meter. Akibatnya, kebugaran fisik mereka lemah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengkritisi pola konsumsi anak-anak dari keluarga berkecukupan yang cenderung mengandalkan makanan olahan modern seperti makanan cepat saji, minuman instan, atau camilan pabrikan. “Makanan-makanan ini memang praktis dan enak, tapi tinggi gula, garam, dan pengawet. Jika dikonsumsi terus-menerus, bisa memicu obesitas, bahkan diabetes di usia muda,” tegasnya.
Karena itu, SD Taruna Muhammadiyah Kendal terus mendorong gerakan hidup sehat, melalui pola makan yang lebih alami, aktivitas fisik rutin, dan pembelajaran yang holistik.

“Kami ingin siswa mengenal pentingnya menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah, dan itu semua dimulai dari pembiasaan kecil yang konsisten,” tambah Nurudin.
Sekolah ini juga aktif mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam seluruh aktivitas harian siswa. Shalat dhuha, tilawah pagi, dan infaq harian sebagai bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari. Pendidikan karakter di SD Taruna Muhammadiyah bukan hanya slogan, tapi menjadi denyut yang mengiringi seluruh proses belajar mengajar.
Nurudin menegaskan bahwa seluruh aktivitas siswa dirancang untuk mendidik akal, hati, dan jasmani secara utuh. Mulai dari baris-berbaris, shalat berjamaah, hingga kebiasaan bersih-bersih, semuanya adalah bentuk internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Anak-anak tidak hanya belajar membaca buku, tetapi juga membaca waktu, membaca lingkungan, dan membaca dirinya sendiri. Mereka belajar hidup secara Islami, teratur, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan hanya 15 siswa kelas 1 yang dibimbing langsung oleh 4 guru, suasana belajar berlangsung intensif, personal, dan penuh perhatian.
Guru-guru bukan sekadar pengajar, tetapi menjadi pendamping spiritual dan pembina karakter. Setiap anak dikenali secara utuh—minatnya, kebutuhannya, kekuatannya, juga kelemahannya.
Di sekolah ini, makan bersama bukan hanya soal asupan gizi, tapi juga momen kebersamaan yang mengajarkan adab makan, syukur, dan kepedulian.
Tidur siang bukan bentuk kemalasan, melainkan bagian dari manajemen energi agar anak-anak kembali segar dan siap mengikuti kegiatan sore dengan semangat.
Setelah shalat Ashar berjamaah dan sambil menunggu jemputan wali siswa kebiasaan membersihkan ruangan menjadi penutup hari yang mendidik anak tentang tanggung jawab sosial dan pentingnya menjaga lingkungan.
Inilah wajah SD Taruna Muhammadiyah Kendal yang hidup. Kurikulum bukan semata dokumen tertulis, melainkan nyata hadir dalam aktivitas harian. Proses belajar tidak terbatas pada jam pelajaran, tetapi mengalir dalam setiap detik kehidupan anak-anak di sekolah. (bersambung)
