JAKARTA, KENDALMU.OR.ID – Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan kebaikan.
Hal itu ia sampaikan dalam Workshop Kehumasan dan Media 2025 yang digelar Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan Media PP Muhammadiyah, Selasa (19/8/2025)
Menurut Izzul, media tidak boleh hanya menjadi ruang konsumsi informasi, melainkan harus tampil sebagai wadah yang aktif dalam mensyiarkan nilai-nilai positif.
Ia menekankan pentingnya para pegiat media Muhammadiyah untuk terus memperbaharui keterampilan agar tidak tertinggal zaman.
“Kalau kita yang berbuat baik ini tidak mau menyampaikan kebaikan-kebaikan di media sosial, maka ruang itu akan diisi oleh informasi yang justru merugikan kita semua,” tegasnya.
Izzul juga menekankan pentingnya kreativitas dalam proses produksi konten. Kreativitas, katanya, menjadi jembatan agar pesan-pesan dakwah lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan dunia digital.
“Oleh karena itu, kita harus proaktif menyampaikan informasi, mendakwahkan, dan menyebarluaskan kebaikan yang kita lakukan. Jangan sampai kebaikan itu berhenti hanya di lingkungan kita sendiri,” imbuhnya.
Workshop Kehumasan dan Media 2025 ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para peserta dalam mengelola informasi, membangun narasi positif, dan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana dakwah berkemajuan. Peserta dibekali keterampilan teknis hingga strategi komunikasi publik yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Di penghujung acara, Izzul kembali mengingatkan pentingnya menguasai teknik penyajian informasi yang baik dan menarik. Dengan begitu, pesan-pesan yang dibawa oleh Muhammadiyah bisa sampai ke masyarakat luas secara efektif.

“Kemampuan ini sangat penting supaya informasi dan kegiatan kita bisa tersampaikan dengan cara yang baik, menarik, dan mampu menjadi perhatian masyarakat luas, terutama melalui media sosial,” tutupnya.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kendal, Supardi, menilai Workshop Kehumasan dan Media 2025 yang digelar Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Media PP Muhammadiyah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran media di tubuh persyarikatan.
“Workshop ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Dakwah dan syiar Muhammadiyah tidak boleh berhenti di mimbar-mimbar pengajian, tetapi harus merambah ke ruang digital yang menjadi dunia anak muda hari ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa humas dan pegiat media Muhammadiyah di daerah perlu terus meningkatkan keterampilan agar dapat menyajikan informasi dengan cara yang segar, menarik, dan kredibel.
“Informasi yang baik tidak cukup hanya benar, tetapi juga harus dikemas dengan kreatif sehingga mampu menarik perhatian masyarakat luas,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antarlembaga media Muhammadiyah dari pusat hingga daerah.
“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan pesan-pesan Islam berkemajuan menjangkau lebih banyak orang dan memberi warna positif di ruang publik,” tegasnya.
Workshop ini diharapkan melahirkan pegiat media Muhammadiyah yang tangguh, kreatif, dan siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan dakwah Islam berkemajuan melalui jalur komunikasi digital (fur)
