SUKOREJO.KENDALMU.OR.ID- Setelah sukses melaksanakan penyembelihan hewan qurban 1446 H dengan penuh kebersamaan, Masjid Al Huda Tlangu kembali menggulirkan semangat ibadah melalui peluncuran Gerakan Tabungan Qurban 1447 H.
Program ini mengajak jamaah menabung sejak dini sebagai bentuk persiapan ibadah qurban tahun depan.
“Kalau untuk hal dunia kita bisa menabung demi sesuatu yang kita inginkan, maka untuk akhirat pun harus kita usahakan lebih baik. Tabungan qurban ini adalah latihan keikhlasan dan kesungguhan menuju keberkahan hidup dunia dan akhirat,” ujar Ahmad Mukhlis, Koordinator Program Tabungan Qurban, Selasa (4/11/2025).
Hingga awal November ini, sekitar 15 jamaah telah mendaftar dalam program tabungan tersebut.

Dia menjelaskan, dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan oleh Panitia Qurban Masjid Al Huda di bawah tanggung jawab Ahmad Mukhlis.
Program Tabungan Qurban memiliki beberapa tujuan, antara lain, mendata anggota PRM dan simpatisan sebagai persiapan ibadah qurban, memperluas jangkauan kegiatan qurban dari lingkup masjid ke wilayah sekitar hingga pelosok negeri, dan menguatkan peran panitia ranting sebagai perpanjangan tangan Lazismu dalam gerakan qurban yang berorientasi ibadah dan sosial.
“Program ini kami harapkan menjadi pembiasaan dan dakwah bil amal. Jadi, qurban tidak hanya dipersiapkan menjelang Idul Adha, tetapi menjadi komitmen sepanjang tahun,” jelas Mukhlis.
Dia mengungkapkan, tahun lalu, KL Lazismu Sukorejo mencatat penghimpunan dana qurban tertinggi se-Kabupaten Kendal, mencapai Rp 51,25 juta.

“Dari jumlah tersebut, PRM Tlangu menyalurkan delapan ekor kambing—lima disembelih di Masjid Al Huda dan tiga lainnya disalurkan melalui program Qurban Tepian Negeri,” tegasnya.
Dia menambahkan, partisipasi juga datang dari jamaah luar daerah, termasuk Jakarta, yang mempercayakan pelaksanaan qurbannya kepada panitia Masjid Al Huda karena dinilai amanah dan profesional.
“Kami tanamkan bahwa ibadah bukan hanya ritual, tetapi juga sosial. Kesadaran ini kami bangun melalui kajian dan praktik filantropi—semangat khas Muhammadiyah yang telah menjadi budaya di Tlangu dan Sukorejo,” kata Sekretaris PCM Sukorejo, Sobirin.
Menurutnya, melalui Gerakan Tabungan Qurban 1447 H, PRM Tlangu dan Takmir Masjid Al Huda berharap dapat memperluas manfaat qurban, menumbuhkan kesadaran kolektif jamaah, dan menjaga keberlanjutan dakwah melalui filantropi sosial.
“Kalau untuk hal dunia kita bisa menabung demi sesuatu yang kita inginkan, maka untuk akhirat pun harus kita usahakan lebih baik. Tabungan qurban ini adalah latihan keikhlasan dan kesungguhan menuju keberkahan hidup dunia dan akhirat,” ujarnya. (Susilo Prayitno)
