BOJA. KENDALMU.OR. ID Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Panti Asuhan Sholahuddin Al-Ayyubi Boja ketika dua mahasiswi Jurusan Pemasaran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Avida Syifa Azzahra dan Elsa Nanda, hadir untuk menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Self-Care dan Ide Bisnis Kreatif”.
Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi anak-anak panti untuk mengenal pentingnya merawat diri sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Pengsuh PAY Sholahuddin Al Ayyubi, Erna Setyowati menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dua mahasiswi tersebut.
“Kami merasa sangat terbantu dan terharu atas perhatian serta ilmu yang diberikan. Semoga Mbak Avida dan Mbak Elsa senantiasa diberi kemudahan dan kesuksesan dalam menempuh pendidikan maupun kehidupan,” ucapnya.
Ia juga memperkenalkan profil singkat Panti Asuhan Sholahuddin Al-Ayyubi kepada kedua mahasiswa tersebut yang sedang melakukan pengabdian masyarakat.
Memasuki sesi pertama, Elsa mengangkat tema “Merangkai Percaya Diri dan Kemandirian: Self-Love dengan Merawat Diri”.

Ia menyampaikan bahwa mencintai diri sendiri bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Produk skincare ramah remaja seperti Emina dan Wardah direkomendasikan untuk memulai perawatan dasar, disertai penekanan pentingnya memakai sunscreen dan mencuci wajah secara teratur.
“Merawat diri bukan sekadar tampil bersih, tapi juga wujud mencintai dan menghargai diri sendiri,” ujar Elsa.
Keceriaan makin terasa saat sesi ice breaking dan pembagian doorprize berlangsung. Anak-anak panti tampak antusias mengikuti permainan, disusul dengan pembagian produk skincare gratis kepada seluruh peserta dan pengurus panti. Aksi ini menjadi simbol kepedulian dan motivasi untuk lebih percaya diri dalam merawat diri.
Sesi kedua dipandu oleh Avida Syifa Azzahra, yang mengajak peserta mengenal dunia kewirausahaan.
Lewat materi bertema “Bisnis Kreatif dan Pemasaran”, Avida memotivasi anak-anak panti untuk berani bermimpi membangun usaha sendiri, bahkan dengan modal kecil.
Ia memancing interaksi melalui diskusi ringan, dan salah satu peserta bernama Fikri menjawab bahwa media sosial bisa menjadi alat pemasaran yang efektif. Avida membenarkan dan menambahkan bahwa belajar pemasaran bermanfaat untuk membangun kepercayaan diri, melatih kreativitas, serta membuka peluang masa depan.
Menjelang akhir kegiatan, Avida memimpin praktik menghias donat sebagai bentuk pengenalan keterampilan usaha makanan. Tawa riang dan semangat berkreasi tampak dari wajah anak-anak yang menghias donat dengan topping cokelat, meses, dan keju.
Kegiatan ini bukan sekadar acara edukasi, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai kemandirian, rasa percaya diri, serta semangat berwirausaha kepada anak-anak panti. Lewat pendekatan hangat dan penuh perhatian, Avida dan Elsa meninggalkan jejak inspirasi yang akan terus tumbuh dalam benak para peserta. (erna)
Kontributor : Erna Setyowati. Editor : Abdul Ghofur
