KENDALMU.OR.ID. Sebanyak 58 siswa kelas I hingga III MI Muhammadiyah Mulyosari, Kabupaten Kendal, tak sekadar diajak bermain saat mengikuti kegiatan outbond di Sami Kolam Air Hangat Sukorejo, Rabu (9/9/2026).
Mereka ditempa untuk kompak, tangkas, mandiri, sekaligus mengenal lebih dekat gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi pengalaman awal bagi siswa kelas bawah, khususnya kelas I, untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kepanduan HW.
Kegiatan diawali upacara pembukaan yang dipimpin langsung Kepala MI Muhammadiyah Mulyosari, Taufikurrahman.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan bagi kelas bawah sekaligus ajang pengenalan HW bagi peserta didik kelas satu sampai tiga,” ujar Taufikurrahman.
Para siswa kemudian dibagi menjadi tujuh kelompok. Mereka harus menuntaskan lima pos dengan tantangan berbeda, mulai dari pengetahuan keagamaan, kebangsaan, Pancasila, rintangan, hingga permainan air.
Pembina HW, Diana Sinta, mengatakan kegiatan dirancang bukan sekadar memberikan hiburan kepada peserta didik. Setiap permainan memiliki tujuan untuk membentuk karakter siswa melalui pengalaman langsung.
“Kegiatan outbond ini bertujuan melatih kekompakan, ketangkasan, serta kemandirian pada setiap peserta,” tegas Diana.
Di pos keagamaan, siswa diuji pemahamannya terhadap ajaran Islam, termasuk doa sehari-hari dan surat-surat pendek. Pos kebangsaan mengajak peserta menyanyikan lagu nasional untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme.
Sementara di pos Pancasila, siswa ditantang melafalkan lima sila sekaligus memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pos rintangan menguji ketangkasan dan kekompakan kelompok.
Tantangan berlanjut di pos terakhir berupa permainan air. Siswa dituntut tetap fokus dan berkonsentrasi saat menghadapi permainan yang telah disiapkan.
Keceriaan pun mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Salah seorang siswa kelas I, Dinda, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.
“Aku sangat senang sekali, bisa bermain dengan teman-teman. Kegiatan ini sangat seru,” katanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan hasduk bagi anggota HW baru dari kelas I.
Penyematan tersebut menjadi simbol bahwa penggunaan atribut HW bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi melalui proses pengenalan, pembentukan karakter, dan berbagai tantangan.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi mandiri, tangguh, kompak, dan bertanggung jawab. (dian)
