KENDALMU.OR.ID. Bagi Konah, 69 tahun, warga RT 001/RW 005, Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, paket sembako yang diterimanya bukan sekadar bantuan.
Di tengah penghasilan yang tak menentu sebagai buruh, bantuan tersebut menjadi tambahan berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sehari-hari, Konah masih bekerja sebagai buruh di sawah maupun kebun milik orang lain.
Meski memiliki lahan sendiri, luasnya sangat terbatas sehingga belum mampu menjadi tumpuan utama perekonomian keluarga.
“Sehari-hari nyambut gawe dadi buruh, neng sawah lan kebon. Nggih, kagungan sawah, nanging namung sekedhik,” ujar Konah.
Konah menjadi salah satu penerima paket sembako melalui program Gudang Kemanusiaan LAZISMU Kendal, yang menyasar masyarakat dhuafa, fakir miskin, serta pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu.
Ketua Divisi Program LAZISMU Kendal, Ilham Khuraini, mengatakan Gudang Kemanusiaan merupakan program kemanusiaan yang terus dijalankan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian paket sembako menjadi salah satu subprogram di dalamnya.
“Gudang Kemanusiaan itu salah satu program kemanusiaan. Salah satu subprogramnya adalah pembagian paket sembako,” kata Ilham, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, penerima bantuan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk pekerja informal yang rentan secara ekonomi.
Setiap paket sembako bernilai sekitar Rp100 ribu. Isinya antara lain beras 2,5 kilogram, minyak goreng 900 mililiter, gula pasir satu kilogram, teh, tiga bungkus mi instan goreng, serta rendang sebagai pelengkap.
Ilham menegaskan, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pemberian sesaat, tetapi mampu meringankan beban penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Harapannya, yang menerima dapat merasakan manfaatnya dan bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.
Bagi Konah, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Terlebih, ia masih memikirkan kebutuhan keluarga, termasuk cucunya yang masih mengenyam pendidikan.
“Alhamdulillah, matur nuwun, barokah,” ungkapnya.
Ilham menjelaskan, Gudang Kemanusiaan tetap menjadi bagian dari program kemanusiaan LAZISMU Kendal yang dilaksanakan setiap tahun.
Namun, penyalurannya tidak dilakukan setiap bulan karena menyesuaikan kebutuhan dan momentum.
“Program ini setiap tahun masih ada, tetapi tidak setiap bulan. Jadi sifatnya insidental,” pungkasnya. (fur)
