KENDALMU.OR.ID – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Kabupaten Kendal mengonsolidasikan jaringan mubaligh melalui kegiatan Silaturahmi Mubaligh Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal di Masjid Al Huda Muhammadiyah Weleri, Kamis (16/7/2026).
Forum yang diikuti sekitar 75 perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MT PCM) dan takmir masjid itu menjadi langkah awal penguatan sistem dakwah yang lebih terintegrasi di seluruh wilayah Kendal.
Wakil Ketua PDM Kabupaten Kendal Koordinator Bidang Majelis Tabligh, Ustaz Romanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi antara Majelis Tabligh PDM dan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Kabupaten Kendal.
Menurutnya, dakwah Muhammadiyah ke depan harus dibangun melalui kolaborasi antarmubaligh, cabang, dan masjid agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
“Dakwah Muhammadiyah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh potensi mubaligh harus terhubung dalam satu gerakan yang terarah, sehingga pelayanan dakwah semakin kuat, merata, dan memberi solusi bagi umat,” tegas Romanto.
Sementara itu, Ketua KMM Kabupaten Kendal, Ustaz Galuh Andi Luxmana, memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus memaparkan arah kebijakan organisasi dalam memperkuat kualitas dan pemerataan dakwah.
Salah satu program prioritas yang segera dijalankan ialah pendistribusian dai lintas kecamatan untuk menjawab kebutuhan mubaligh di berbagai wilayah.
Selain pemerataan dai, KMM juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mubaligh melalui pembinaan berkelanjutan.
Program tersebut didukung dengan pembentukan kelompok mubaligh berdasarkan bidang kepakaran, sehingga potensi setiap dai dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sesuai kompetensinya.
Sebagai langkah konkret, setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) diminta mengusulkan sedikitnya lima mubaligh yang dinilai memiliki kompetensi terbaik.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan basis data mubaligh sekaligus memudahkan penugasan dakwah sesuai kebutuhan wilayah.
KMM juga akan mengintensifkan kegiatan turun ke cabang (turba) untuk menyerap aspirasi, memetakan persoalan keumatan, serta memperkuat komunikasi dengan MT PCM dan takmir masjid.
Di bidang pengembangan kompetensi, organisasi ini menyiapkan program dauroh Bahasa Arab dan kajian kitab gundul sebagai bekal peningkatan kapasitas intelektual para mubaligh.
Galuh menegaskan seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun sistem dakwah yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh mubaligh saling terhubung, saling menguatkan, dan bergerak dalam satu jaringan dakwah Muhammadiyah yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kendal,” tandasnya. (andre)
