KENDALMU.OR.ID.Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah melantik Kepala SMP Muhammadiyah 1 Weleri, Dwi Puji Rahayu dan Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Weleri, Kabupaten Kendal, Sabtu (11/7/2026).
Pelantikan dipimpin oleh Utomo,yang mewakili Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Acara tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola sekolah Muhammadiyah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Selain prosesi pelantikan, kedua kepala sekolah yang baru dilantik diwajibkan menandatangani Kontrak Kinerja sebagai bentuk komitmen terhadap pencapaian target-target strategis sekolah.
Utomo, menegaskan bahwa amanah sebagai kepala sekolah bukan sekadar menjalankan administrasi pendidikan, melainkan memimpin perubahan dan memastikan sekolah terus berkembang sesuai tuntutan zaman.
“Seorang kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus manajer yang menggerakkan seluruh sumber daya sekolah. Keberhasilan sekolah harus dapat diukur melalui indikator yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Kontrak kinerja yang ditandatangani disusun berdasarkan empat perspektif utama, yaitu keuangan, marketing, operasional, dan sumber daya manusia (SDM).
Pada perspektif keuangan, kepala sekolah dituntut mampu mengelola anggaran secara transparan, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan.
Pada perspektif marketing, sekolah didorong meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penguatan citra sekolah, peningkatan jumlah peserta didik baru, serta pelayanan yang mampu memberikan kepuasan kepada siswa dan orang tua.
Selanjutnya, perspektif operasional menekankan pentingnya peningkatan kualitas proses pembelajaran, efektivitas tata kelola sekolah, kedisiplinan pelaksanaan program, serta inovasi dalam layanan pendidikan.
Sementara itu, perspektif SDM diarahkan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, pembinaan budaya kerja yang profesional, serta pengembangan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dodok Sartono, memberikan arahan mengenai pentingnya kontrak kinerja sebagai instrumen pengendalian organisasi.
Menurutnya, kontrak kinerja bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sekolah Muhammadiyah tidak hanya diukur dari banyaknya peserta didik, tetapi juga dari kualitas lulusan, tata kelola yang baik, serta kontribusinya dalam membangun pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal kepemimpinan baru yang mampu membawa SMP Muhammadiyah 1 Weleri dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri semakin berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan berkarakter, berprestasi, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
