KENDALMU.OR.ID. Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan komitmen penuh dalam melindungi hak anak dan memberantas peredaran narkotika.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (23/7/2026).
Bupati menekankan bahwa momentum HAN harus menjadi pemantik bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak nyata. Ia mengingatkan bahwa tantangan pemenuhan hak anak di Kendal masih memerlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor yang konsisten.
“Komitmen ini krusial karena anak-anak kita masih menghadapi ancaman stunting, pernikahan dini, hingga kekerasan fisik maupun psikis,” tegas Dyah.
Ia mengungkapkan, Pemkab Kendal mencatat sejumlah capaian positif.
Prevalensi stunting berhasil ditekan dari 22,40% pada tahun 2023 menjadi 19,20% di tahun 2024. Tren pernikahan anak juga menurun tajam dari 169 kasus pada 2023, menjadi 100 kasus pada 2024, dan menyusut hingga 80 kasus pada 2025.
Meski demikian, angka kekerasan anak dan perempuan masih menjadi rapor merah yang diwaspadai. Data berjalan hingga Juni 2026 menunjukkan telah terjadi 48 kasus kekerasan.
Langkah taktis terus diperkuat melalui optimalisasi UPTD PPA dan operasional Rumah Aman Kartika sebagai pusat layanan terpadu korban kekerasan.
Melalui sinergi ini, Kendal sukses menaikkan status Kabupaten Layak Anak dari Predikat Pratama menjadi Predikat Madya. Namun, Bupati menegaskan pencapaian ini bukanlah garis akhir dari perjuangan perlindungan anak di wilayahnya.
“Predikat Madya bukan tujuan akhir! Selama masih ada anak yang dirundung, dieksploitasi, dan dilanggar haknya, perjuangan kita tidak boleh berhenti satu detik pun!” seru Bupati dengan nada trengginas memotivasi seluruh jajaran.
Ia mengajak masyarakat, dunia usaha, dan media untuk menyukseskan Gerakan Ananda Bersinar demi membentengi generasi muda dari narkotika. Penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh pihak yang terus menjaga semangat kolaborasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. (fur)
