KENDALMU.OR.ID. Ribuan peserta memeriahkan karnaval dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Boja, Minggu (23/8/2026).
Beragam kreasi dan penampilan ditampilkan, menjadikan karnaval tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Karnaval dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, diikuti peserta dari jenjang SD/MI yang tergabung dalam enam gugus sekolah. Sementara gelombang kedua melibatkan peserta jenjang SLTA, termasuk SMA dan SMK.
Koordinator Karnaval HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Boja, Akhmad Dahlan, yang mewakili ketua panitia, menyebut jumlah peserta secara keseluruhan hampir mencapai 3.000 orang.

“Kalau dihitung keseluruhan, peserta hampir mencapai 3.000 orang. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, hanya saja tahun ini seluruh rangkaian dipadatkan menjadi satu hari,” kata Akhmad Dahlan, Minggu (23/8/2026) siang.
Salah satu kontingen yang tampil menonjol adalah SMK Muhammadiyah 2 Boja. Sekolah tersebut mengikutsertakan sekitar 800 siswa dengan mengangkat tema “Dari Toraja untuk Indonesia, Mengukir Budaya, Meneladani Perjuangan Bangsa.”
Tema tersebut diwujudkan melalui beragam kostum dan kreativitas siswa yang menggambarkan kekayaan budaya Tanah Toraja.
Penampilan itu sekaligus menjadi pesan bahwa keberagaman budaya merupakan bagian penting dari identitas dan kekuatan bangsa Indonesia.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengatakan keikutsertaan ratusan siswa tidak semata-mata untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal, menghargai, dan mencintai budaya Indonesia.
“Keikutsertaan sekitar 800 siswa ini bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kami ingin menjadikan karnaval sebagai sarana pembelajaran agar siswa mengenal, menghargai, dan mencintai keberagaman budaya Indonesia,” ujar Nur Khirin.
Menurutnya, pemilihan tema “Dari Toraja untuk Indonesia” memiliki pesan penting. Budaya Toraja yang ditampilkan siswa diharapkan mampu membuka wawasan tentang keberagaman tradisi dan budaya yang tersebar di berbagai daerah.
“Dari Toraja untuk Indonesia artinya kami ingin mengajak siswa melihat bahwa setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang menjadi bagian dari Indonesia. Mengukir budaya berarti menjaga dan mengenalkan warisan leluhur, sedangkan meneladani perjuangan bangsa berarti menanamkan semangat perjuangan kepada generasi muda,” jelasnya.

Nur Khirin menambahkan, persiapan karnaval juga menjadi proses pembentukan karakter siswa. Mereka belajar bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, serta percaya diri saat tampil di hadapan masyarakat.
“Harapan kami, siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja tidak hanya unggul dalam akademik dan keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap budaya dan bangsa,” tegasnya.
Ia menegaskan, SMK Muhammadiyah 2 Boja terus berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi melalui pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas.
“Kami ingin SMK Muhammadiyah 2 Boja menjadi sekolah yang mencetak generasi terampil, berprestasi, berkarakter dan siap menghadapi masa depan, tetapi tetap memiliki jati diri sebagai generasi Indonesia,” pungkasnya. (fur)
