KENDALMU.OR.ID. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki fase serius seiring puncak musim kemarau.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Polres Kendal mengerahkan 170 personel dalam Apel Siaga Bhayangkara sebagai langkah memperkuat kesiapan menghadapi potensi karhutla di wilayah Kabupaten Kendal.
Apel digelar di Lapangan Apel Mapolres Kendal, Jumat (7/8/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan dipimpin Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., dan diikuti personel gabungan lintas instansi.
Sebanyak 170 personel yang terlibat terdiri atas 120 personel Siaga Bhayangkara Polres Kendal, 30 personel TNI, 10 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta 10 personel Dinas Pemadam Kebakaran.
Wakapolres Kendal Kompol Tegoeh Boedi Prasetijo bersama jajaran Pejabat Utama Polres Kendal turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman karhutla. Terlebih, kondisi musim kemarau dapat membuat kawasan rawan kebakaran semakin mudah terbakar.
“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan, mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta melakukan penanganan secara cepat sesuai SOP,” tegas Ratna.
Menurutnya, potensi karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi. Dibutuhkan koordinasi dan respons cepat seluruh pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini. Jangan menunggu api membesar baru bertindak,” ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena berdasarkan informasi BMKG, wilayah Jawa Tengah pada Agustus 2026 memasuki puncak musim kemarau dengan kondisi yang lebih kering dari normal.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran, khususnya di kawasan hutan, lahan kering, semak belukar, dan area yang memiliki material mudah terbakar.
Usai apel, personel gabungan langsung melakukan pengecekan kendaraan dinas serta berbagai peralatan khusus milik Polri maupun instansi terkait. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Polres Kendal menegaskan, kesiapan personel dan peralatan harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan di lapangan. Patroli, edukasi masyarakat, pemetaan wilayah rawan, hingga respons cepat menjadi bagian penting dalam menekan risiko karhutla.
Melalui Apel Siaga Bhayangkara, Polres Kendal bersama TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur terkait lainnya memperkuat komitmen menjaga wilayah Kendal dari ancaman kebakaran selama musim kemarau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (fur)
