KENDALMU.OR.ID. Kaderisasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kendal menghadapi persoalan serius: gerak pembinaan kader di masing-masing organisasi otonom (ortom) belum sepenuhnya berjalan dalam satu irama.
Jika dibiarkan, kaderisasi berisiko berjalan sendiri-sendiri dan kehilangan arah perjuangan bersama Muhammadiyah.
Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam KaderCamp yang digelar Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal.
Forum yang digelar di wisata Kali Kesek Limbangan, Sabtu-Ahad (5-6/9/2026) itu tidak sekadar menjadi ruang pembinaan, tetapi juga momentum membongkar persoalan kaderisasi yang selama ini berjalan di lingkungan AMM.
Wakil Ketua PDM Kendal, Samsul Hidayat, menegaskan kader Muhammadiyah tidak cukup hanya aktif mengikuti kegiatan organisasi.
Lebih dari itu, kader harus memiliki loyalitas terhadap manhaj perjuangan Muhammadiyah dan mampu menerjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kader Muhammadiyah ialah mereka yang terus berpegang teguh terhadap manhaj perjuangan Muhammadiyah. Baik dalam ibadah maupun muamalah, harus tetap loyal terhadap garis-garis perjuangan Muhammadiyah,” tegas Samsul.
Menurutnya, persoalan kaderisasi tidak boleh diselesaikan hanya dengan menambah kegiatan formal.
Pembinaan harus menghasilkan kader yang memahami nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sekaligus memiliki komitmen untuk menghidupkannya di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan, kaderisasi jangan berhenti ketika kegiatan berakhir. Justru setelah kembali ke lingkungan masing-masing, kader dituntut menunjukkan hasil pembinaan melalui sikap, ibadah, muamalah, dan aktivitas organisasi.
“Jangan sampai kaderisasi hanya selesai di forum. Setelah pulang, harus ada perubahan dan gerakan nyata,” ujarnya.
KaderCamp kemudian ditutup dengan evaluasi, penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), serta pembacaan dan penandatanganan Komitmen Kalikesek.
Komitmen tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat integrasi kaderisasi AMM Kendal. Tidak boleh ada ortom yang merasa ditinggalkan, apalagi berjalan sendirian.
Seluruh AMM Kendal didorong membangun sinergi, saling menguatkan, dan fastabiqul khairat. Target akhirnya jelas: membentuk kader yang tangguh, loyal terhadap Muhammadiyah, berkomitmen, dan berkemajuan. (fur)
