MAKKAH, KENDALMU.OR.ID — Setelah delapan hari menjalani masa tinggal di Madinah, jemaah calon haji Kloter SOC 19 akhirnya bergerak menuju Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah.
Dengan mengenakan pakaian ihram, para jemaah diberangkatkan menggunakan bus sesuai rombongan menuju miqat Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah untuk mengambil niat umrah wajib sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Tanah Haram.
Perjalanan darat selama kurang lebih enam jam itu membawa rombongan tiba di Hotel Manarh Almona nomor 211 kawasan Syisyah, Makkah.
Sesampainya di hotel, para jemaah langsung diarahkan menempati kamar masing-masing dan beristirahat sejenak sebelum melaksanakan umrah wajib.
Jemaah yang dalam kondisi sehat dan kuat kemudian diberangkatkan menuju Masjidil Haram menggunakan bus shalawat yang disediakan di depan hotel.

Sementara jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda dijadwalkan menjalani umrah pada hari berikutnya dengan pendampingan petugas.
Di tengah lautan manusia yang memenuhi Masjidil Haram, para jemaah melaksanakan rangkaian ibadah umrah mulai dari thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga tahalul sebagai penutup ibadah umrah.
Seluruh prosesi berlangsung sekitar tiga jam sebelum para jemaah kembali ke hotel melalui Terminal Syib Amir menggunakan bus shalawat yang siaga melayani jemaah selama 24 jam.
Meski kelelahan usai perjalanan panjang dan padatnya aktivitas ibadah, wajah-wajah haru dan syukur tampak menyelimuti para jemaah.
Banyak di antara mereka yang tidak mampu menyembunyikan air mata saat pertama kali melihat Ka’bah secara langsung.

Selama berada di Makkah sembari menunggu puncak ibadah haji, jemaah juga mengikuti sejumlah kegiatan ziarah dan city tour religi ke beberapa lokasi bersejarah, di antaranya Jabal Nur, Jabal Tsur, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, Museum Wahyu, hingga Pasar Kakiyah.
Selain itu, kegiatan pembinaan ibadah terus dilakukan secara rutin.
Setiap Senin dan Kamis, jemaah mengikuti kajian keagamaan di lantai PR hotel yang difungsikan sebagai musala dan pusat pembinaan manasik.
Menjelang hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, antusiasme jemaah mulai terasa. Mereka bersiap menuju Mina sebelum menjalani puncak ibadah haji berupa wuquf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Petugas haji terus mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mengatur aktivitas fisik, serta memperbanyak ibadah dan doa selama berada di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur,” ujar salah satu petugas pendamping haji.
Laporan: Akhmad Sulkhan Dari Hotel Manarh Almona, Makkah Al Mukarramah, 23 Mei 2026
