WELERI, KENDALMU.OR.ID — Peringatan Hari Cacat Veteran yang jatuh setiap 19 Mei menjadi momentum penuh makna di RSI Kendal.
Rumah sakit tersebut memberikan penghormatan khusus kepada seorang veteran pejuang Republik Indonesia, Sadini (84), yang tengah menjalani perawatan di Ruang Zubair bersama sang istri, Asfiyah (74).
Suasana haru terasa saat jajaran Majelis Kesehatan Masyarakat RSI Kendal menjenguk veteran penerima penghargaan Bintang Seroja itu, Selasa (19/5/2026).
Di usia senjanya, Sadini masih dikenang sebagai sosok pejuang yang pernah terlibat dalam sejumlah operasi penugasan negara, termasuk operasi di Timor Timur.
Ketua Majelis Kesehatan Masyarakat RSI Kendal, Taufik Husain, menegaskan bahwa penghormatan kepada veteran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghargaan nyata atas pengorbanan mereka bagi bangsa dan negara.
“Beliau adalah pejuang yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan nyawa demi bangsa dan negara. Pengabdian seperti ini wajib mendapat penghormatan terbaik dari kita semua,” tegas Taufik saat menjenguk Sadini.
Menurutnya, para veteran memiliki tempat istimewa dalam pelayanan kesehatan, terutama karena sebagian besar kini memasuki usia lanjut dengan berbagai persoalan kesehatan yang kompleks.
“Sebagian besar veteran mengalami sindrom geriatri atau sindrom lansia. Keluhan kesehatannya saling berkaitan dan membutuhkan perhatian khusus serta pendampingan yang intensif,” ujarnya.

Taufik juga menekankan pentingnya perhatian lebih dari rumah sakit terhadap para veteran, mulai dari kemudahan layanan hingga prioritas ruang perawatan.
“Mereka memang umumnya sudah memiliki BPJS. Namun saat datang berobat atau membutuhkan ruang perawatan, kami berharap para veteran tetap mendapat prioritas sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka kepada bangsa,” katanya.
Tak hanya memberikan dukungan medis, pihak RSI Kendal juga mendorong para veteran lanjut usia tetap menjaga aktivitas sosial dan silaturahmi agar kesehatan mental serta semangat hidup tetap terpelihara.
“Silaturahmi dan kebersamaan itu penting bagi lansia. Dari situ muncul hormon kebahagiaan yang membantu menjaga semangat hidup mereka,” tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Taufik kembali menegaskan bahwa perhatian kepada veteran adalah bagian dari penghormatan terhadap sejarah perjuangan Indonesia.
“Mungkin generasi hari ini tidak sepenuhnya merasakan beratnya perjuangan masa lalu. Tetapi veteran seperti Pak Sadini adalah pelaku sejarah yang benar-benar mempertaruhkan jiwa dan raganya demi Indonesia,” pungkasnya.(fur)
