KALIWUNGU, KENDALMU.OR.ID — SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu menggelar kegiatan Ikhtibar dan Haflah Tahfidzul Qur’an sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, Sabtu (24/5/2026) di gedung balai dakwah Muhammadiyah.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Eka Firdayati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penghargaan bagi para siswa yang telah bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Qur’an.
“Ini merupakan kegiatan keempat yang kami laksanakan. Tahfidz bukan hanya soal menghafal, tetapi juga tentang kesungguhan, kecintaan kepada Al-Qur’an, dan rasa syukur atas capaian yang diraih siswa,” ujarnya.

Ia menegaskan hafalan Al-Qur’an tidak cuku9p hanya diucapkan, namun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan berhenti menghafal Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar anak-anak menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Ika juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama proses tahfidz berlangsung. Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan wali murid yang terus memberikan motivasi dan dukungan kepada putra-putrinya.

“Pencapaian hafalan Al-Qur’an ini tidak lepas dari peran besar orang tua dalam membimbing dan memberi semangat kepada anak-anak,” katanya.
Guru Tahfidz SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Harun Nur Zakki, menjelaskan kegiatan Haflah Tahfidz tahun ini diikuti sekitar 65 siswa yang memilih program tahfidz Al-Qur’an.
“Dari seluruh siswa yang mengikuti program ini, mereka telah hafal juz 28, 29, dan 30. Bahkan, di antara mereka terdapat tujuh siswa yang sudah hafal tujuh juz,” ujarnya.
Harun mengatakan proses uji tahfidz dilakukan secara bertahap dan objektif untuk memastikan kualitas hafalan siswa tetap terjaga. Menurutnya, pengujian meliputi tahsin, sambung ayat hingga muroja’ah hafalan lama.

“Tata cara uji tahfidz Quran anak SMP umumnya mencakup tes bacaan atau tahsin, sambung ayat, serta setor hafalan baru maupun lama. Semua dilakukan bertahap untuk menjaga kualitas hafalan secara objektif,” jelasnya.
Ia menerangkan, tahapan pengujian diawali dengan verifikasi kesiapan peserta sebelum memasuki sesi ujian. Selanjutnya, siswa mengikuti uji kelancaran bacaan dengan membaca halaman atau surah secara acak di hadapan dewan juri.
“Pada tahap sambung ayat, juri melafalkan awal, tengah, atau akhir ayat, kemudian peserta wajib melanjutkan bacaan dengan tepat. Selain itu ada muroja’ah atau pengulangan hafalan untuk menguji kekuatan memori siswa,” katanya.
Menurut Harun, aspek utama yang dinilai dalam ujian tahfidz meliputi kefasihan pelafalan (fasohah), penerapan tajwid, serta kelancaran siswa dalam menyambung ayat Al-Qur’an.

“Harapannya anak-anak tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak Qur’ani dan mampu mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Sementara itu, Bendahara Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kaliwungu, Lukman Hakim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Allah SWT menjaga Al-Qur’an melalui para penghafalnya. Kita patut bersyukur karena putra-putri kita diberi kesempatan menjadi penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para siswa untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an di jenjang pendidikan berikutnya.(fur)
