WELERI.KENDALMU.OR.ID. Prosesi pelepasan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 3 (Muga) Weleri, Kabupaten Kendal, yang digelar di Pendopo Agung SMK pada Kamis (15/5/2025), berlangsung penuh makna.
Tak sekadar seremoni tahunan, acara ini menjadi penanda strategis dimulainya peran baru para lulusan sebagai kader Muhammadiyah dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Kepala SMK Muga, Maulana Malik Ibrohim, secara simbolis menyerahkan kembali seluruh siswa kepada orang tua masing-masing, serta kepada empat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) — Weleri, Rowosari, Ringinarum, dan Gringsing (Kabupaten Batang). Ia menyampaikan rasa haru dan bangganya atas perjalanan pendidikan para siswa yang telah ditempa selama tiga tahun terakhir.
“Dalam suka dan duka, kami mendampingi, membimbing, dan mendidik mereka. Kini tibalah saatnya kami serahkan kembali anak-anak kepada orang tua dan PCM sebagai bagian dari proses kaderisasi,” tutur Maulana dengan suara bergetar.

Maulana menegaskan bahwa alumni SMK Muhammadiyah 3 Weleri tak hanya siap bekerja secara profesional, namun juga dibekali nilai-nilai Islam dan semangat berorganisasi. Penyerahan kepada PCM merupakan langkah nyata untuk memantau dan membina mereka agar tetap berada dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weleri, Waluyo Hadi, menegaskan bahwa SMK Muhammadiyah didirikan bukan sekadar mencetak tenaga kerja, melainkan juga kader umat dan bangsa. Sekolah, kata dia, telah menanamkan nilai keislaman, keahlian vokasional, serta karakter kepemimpinan kepada para siswa.

“SMK adalah kawah candradimuka yang menyiapkan siswa masuk ke dunia kerja, berwirausaha, atau studi lanjut. Tapi lebih dari itu, mereka dibentuk untuk menjadi insan yang memiliki semangat perjuangan dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pelepasan ini bukan hanya akhir dari pendidikan formal, melainkan awal dari keterlibatan para alumni dalam kehidupan nyata — baik sebagai profesional maupun manusia-manusia muslim yang berakhlaq mulia

Ketua PCM Weleri, Ali Mu’zi, turut memberikan pesan mendalam kepada para orang tua dan siswa. Ia mengutip Surat At-Tahrim ayat 6 untuk menegaskan peran keluarga dalam menjaga anak-anak dari kerusakan moral.
“Bapak dan Ibu telah menjalankan separuh tanggung jawab. Kini saatnya bersama menjaga mereka agar tetap berada di jalan yang benar. Alumni SMK Muga harus menjadi teladan, dan pelindung keluarga serta masyarakat dari kerusakan moral dan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, alumni Muhammadiyah tidak hanya membawa ijazah, tapi juga amanah dakwah. Apapun profesinya nanti — teknisi, wirausahawan, desainer, atau mahasiswa — mereka tetaplah kader Muhammadiyah yang punya misi menyelamatkan diri dan lingkungan dari kerusakan.
“Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial harus menjadi bekal utama,” tegas Ali Mu’zi.

Sedangkan Perwakilan wali siswa, Nurul Akhirin, turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh guru atas dedikasi selama mendampingi siswa menempuh pendidikan, terutama saat pandemi Covid-19.
“Anak-anak kami dulu datang dalam kondisi pandemi, belum tahu apa-apa. Tapi alhamdulillah, mereka pulang dengan ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Ia menilai, lulusan tahun ini merupakan generasi tangguh yang berhasil melewati masa pembelajaran daring dengan hasil membanggakan. Selain akademik, siswa juga dibekali dengan soft skill penting, seperti etika kerja, cara bergaul, dan hubungan baik dengan guru.
Akhirin juga menyoroti peran pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam membentuk karakter siswa. Menurutnya, banyak siswa yang awalnya minim pengetahuan agama kini telah terbiasa menjalankan salat berjamaah dan hidup dalam nilai-nilai Islam.

“Ini semua adalah bukti keberhasilan pendidikan Muhammadiyah dalam membina generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
