KENDALMU.OR.ID. Ego sektoral dalam perkaderan Muhammadiyah Kendal mulai dipatahkan. Delapan unsur pimpinan dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah menyatukan langkah melalui “Komitmen Kalikesek”, sebuah kesepakatan strategis untuk memastikan kaderisasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, Ahad (6/9/2026).
Kesepakatan tersebut bukan sekadar seremoni kelembagaan. Komitmen Kalikesek menjadi penegasan bahwa kaderisasi Muhammadiyah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, apalagi terjebak ego sektoral. Seluruh unsur persyarikatan didorong membangun ekosistem perkaderan yang terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi respons terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks.
Penguatan kader di tingkat akar rumput dinilai membutuhkan kerja bersama antara unsur pimpinan, majelis, lembaga pendidikan, dan Ortom agar proses kaderisasi tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi benar-benar melahirkan generasi penerus yang tangguh dan siap menggerakkan persyarikatan.
Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kendal, Edy Hansa, menegaskan Komitmen Kalikesek harus menjadi titik balik dalam pola pembinaan kader, termasuk di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Kami berkomitmen penuh memastikan tidak ada lagi sekat dalam perkaderan. MPKSDI bersama Dikdasmen akan memastikan setiap sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kendal bersinergi dengan Ortom. Ruang komunikasi harus dibangun secara intensif agar konsolidasi kelembagaan berjalan terencana dan berkelanjutan,” tegas Edy usai penandatanganan piagam.
Senada, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Abdul Malik, menegaskan dukungan terhadap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) harus diperkuat.
Penguatan kapasitas keilmuan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan militansi dalam menggerakkan organisasi dan dakwah.
Dalam piagam tersebut, terdapat enam poin krusial sebagai pijakan bersama. Salah satunya menegaskan kewajiban melibatkan Ortom dalam pengambilan keputusan di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan perkaderan.
Komitmen ini ditandatangani delapan unsur Muhammadiyah Kendal, yakni MPKSDI, Majelis Dikdasmen, PDM Kendal, PDA Kendal, PD IPM Kendal, PC IMM Kendal, PDPM Kendal, dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kendal.
Kesepakatan itu menjadi pesan tegas: kaderisasi bukan milik satu majelis atau satu Ortom, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur Muhammadiyah.(fur)
