JAKARTA.KENDALMU.OR.ID. Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama kini semakin konkret melalui kolaborasi lintas iman yang menaruh perhatian pada isu pelestarian lingkungan.
Salah satunya adalah program Eco Bhinneka Muhammadiyah, sebuah inisiatif yang mengajak umat lintas agama merawat bumi sebagai jalan membangun perdamaian bersama.
Eco Bhinneka merupakan bagian dari dukungan Muhammadiyah terhadap Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) — sebuah inisiatif global untuk aksi keagamaan yang strategis. Program ini telah berjalan sejak tahun 2021 dan berfokus di empat wilayah, yakni Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Surakarta (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Di bawah koordinasi Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Eco Bhinneka digerakkan oleh kelompok muda dari berbagai latar agama untuk mengatasi tantangan ekologi sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai.
Program ini menjadikan spiritualitas ekologi sebagai fondasi, dengan menekankan keterkaitan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui laman resmi ecobhinnekamuhammadiyah.org atau melalui kanal media sosial mereka di Instagram: @ecobhinneka.

Salah satu mitra kolaboratif Eco Bhinneka adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), yang saat ini sedang melaksanakan Pendidikan Oikumene Keindonesiaan (POK) Angkatan II tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 19–24 Mei 2025 dan diikuti oleh para pendeta GPIB dari berbagai provinsi di Indonesia.
Program POK GPIB diselenggarakan oleh Majelis Sinode GPIB melalui bidang Gereja, Masyarakat, dan Agama-Agama (GERMASA), dan bertujuan membekali para pendeta dengan wawasan oikumene, kecakapan kepemimpinan, serta kepekaan terhadap dinamika sosial kebangsaan.
Selain memperkuat sistem kaderisasi kepemimpinan gereja, program ini juga mendorong keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dengan semangat toleransi, solidaritas, dan pelestarian lingkungan.
Dengan latar belakang visi yang sejalan, kolaborasi antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GPIB diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik lintas iman dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan spiritualitas, pendidikan, dan aksi nyata bagi lingkungan hidup.(farah)
