KENDAL, KENDALMU.OR.ID — Penguatan fondasi ekonomi berbasis data akurat jadi fokus utama Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kendal.
Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, statistik, perbankan, hingga media—digeber untuk mendongkrak partisipasi pelaku usaha.

Komitmen itu mengemuka dalam sosialisasi yang digelar BPS Kendal di aula kantor setempat, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan Diskominfo Kendal, Forum Wartawan Kendal, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Weleri sebagai mitra strategis.
Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, menegaskan kunci sukses sensus tak hanya di lapangan, tetapi juga pada kepercayaan publik.

“Media adalah jembatan antara data dan publik. Dari sini kepercayaan tumbuh, partisipasi meningkat, dan peta ekonomi bisa dibaca lebih presisi,” tegasnya.
Secara substansi, sensus ini menjadi alat vital untuk memotret struktur usaha, skala bisnis, hingga sektor unggulan daerah.
Data tersebut akan menjadi basis penyusunan kebijakan, arah investasi, dan strategi peningkatan daya saing ekonomi lokal.

BPS juga menekankan peran media dalam mempercepat sukses sensus melalui edukasi publik yang sederhana, masif, dan meyakinkan—termasuk memastikan data aman dan tidak terkait kepentingan pajak.
Pelaku usaha pun didorong aktif agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi riil.

Mengusung tagline “Satu Data Usaha, Sejuta Manfaat untuk Kendal”, sensus ini ditegaskan bukan sekadar pendataan, melainkan investasi data untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci. Dengan kolaborasi solid, Kendal dibidik memiliki ekosistem ekonomi berbasis data yang kuat dan kebijakan pembangunan yang makin presisi. (fur)
