KENDAL, KENDALMU.OR.ID -Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari rasa syukur, pola makan yang benar, serta perawatan tubuh secara rutin.
Pesan itu disampaikan dr. H. R. Cahyono, Sp.Nt (Dokcay), dalam kajian kesehatan holistik yang digelar di Masjid Mujahidin, Ahad (31/5/2026).
Dalam paparannya, Cahyono memperkenalkan tiga metode kesehatan holistik, yakni detoksifikasi, empowering (penguatan fungsi tubuh), dan regenerasi sel.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pengobatan, tetapi juga oleh pola hidup yang dijalani sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa syukur merupakan fondasi kesehatan. Orang yang mampu bersyukur akan lebih mudah merasakan kebahagiaan, sementara stres sering muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.
“Sehat itu berawal dari rasa syukur. Ketika kita bersyukur, nikmat Allah akan ditambah. Sebaliknya, stres dan ketidakbahagiaan sering muncul karena kita terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki,” tegasnya.

Mengutip Surat Ibrahim ayat 7, Cahyono mengingatkan bahwa Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Ia juga menyebut dua nikmat besar yang sering dilupakan manusia, yakni kesehatan dan waktu luang.
Dalam kesempatan tersebut, Cahyono mengajak masyarakat mengubah pola pandang terhadap penyakit.
Menurutnya, rasa sakit merupakan sinyal atau bentuk “protes” tubuh akibat pola hidup yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

“Tubuh sebenarnya sedang berbicara kepada kita melalui rasa sakit. Karena itu, dengarkan tubuh dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, dan kanker.
Bahkan, menurutnya, stroke kini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada usia yang lebih muda.
Cahyono menjelaskan bahwa berbagai penyakit kronis berkaitan erat dengan gangguan sistem pencernaan dan peredaran darah.

Karena itu, menjaga kedua sistem tersebut menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit.
“Kalau ingin sehat, rawat sistem pencernaan dan sistem peredaran darah. Sumber kesehatan ada di sana, tetapi sumber banyak penyakit juga berawal dari sana,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, makanan tinggi karbohidrat berlebih, serta membiasakan konsumsi protein yang cukup.
Lemak ikan laut, lanjutnya, baik untuk tubuh, tetapi manfaatnya dapat berkurang jika diolah dengan cara digoreng.
Selain itu, ia mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meskipun belum merasakan sakit.

“Motor dan mobil rutin diservis meski belum rusak. Tubuh kita jauh lebih berharga. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan,” tandasnya.
Dalam kajian tersebut, Cahyono juga mengutip sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setiap penyakit memiliki obat yang telah Allah sediakan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan berikhtiar mencari pengobatan yang halal dan sesuai dengan kondisi penyakitnya.
Sebagai penutup, ia merangkum empat prinsip hidup sehat, yakni tidak makan berlebihan, memperbanyak asupan protein, mengatur waktu makan terutama tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, serta memilih metode memasak yang lebih sehat dengan mengurangi makanan yang digoreng.
“Makanlah secukupnya, penuhi kebutuhan protein, atur waktu makan, dan kurangi gorengan. Langkah sederhana itu bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang,” pungkasnya.
