NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel menggelar pengajian rutin Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngampel, dr Sri Wahyuni, yang membahas manfaat kesehatan dari posisi tidur miring ke kanan.
Dalam kajiannya bertema “Tidur Miring ke Kanan Posisi Terbaik untuk Jantung dan Lambung”, dr Sri Wahyuni menegaskan bahwa ajaran Islam mengenai posisi tidur ternyata sejalan dengan hasil penelitian medis modern.

“Ilmu pengetahuan Islam tidak akan pernah expired. Ketika diteliti, ternyata banyak kebenarannya. Kalau tidak ada manfaatnya, Allah tidak akan menciptakan,” tegasnya di hadapan anggota PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ia menjelaskan, tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh manusia untuk memulihkan fungsi organ setelah beraktivitas sepanjang hari.
Menurutnya, tubuh membutuhkan waktu istirahat agar organ-organ vital tetap bekerja optimal.
“Bayangkan tubuh kita seperti sepeda motor atau laptop. Kalau dipaksa bekerja terus-menerus tanpa istirahat, tentu akan cepat rusak. Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri,” ujarnya.

Sri Wahyuni mengatakan, Rasulullah SAW telah mengajarkan posisi tidur miring ke kanan sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Shahih Al-Bukhari dan Muslim.
Dari sisi medis, posisi tersebut dinilai memiliki banyak manfaat, terutama bagi kesehatan jantung dan sistem pencernaan.
Ia memaparkan, posisi jantung yang berada di sebelah kiri rongga dada membuat tidur miring ke kanan mampu mengurangi tekanan gravitasi terhadap jantung sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Kondisi itu dinilai baik bagi penderita gangguan jantung.
Selain itu, posisi tidur miring ke kanan juga membantu proses pengosongan lambung lebih cepat sehingga aliran asam lambung menjadi lebih stabil menuju usus.

Posisi tersebut disebut dapat membantu lambung beristirahat lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua kondisi kesehatan cocok dengan posisi tidur tertentu.
Menurutnya, penderita GERD dan ibu hamil perlu memperhatikan posisi tidur sesuai kondisi medis masing-masing.
Sri Wahyuni juga mengimbau jamaah untuk memberi jeda waktu makan dan tidur minimal dua hingga tiga jam guna menjaga kesehatan lambung.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga adab sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW, seperti berwudhu, membaca doa, menghadap kiblat, dan tidur dengan posisi miring ke kanan.
Melalui pengajian tersebut, PCM Ngampel berharap warga Muhammadiyah semakin memahami manfaat ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengamalkan sunnah beliau. (rio)
