Close Menu
  • Profil
    • PDM Kendal
      • Struktur Organisasi
      • Sejarah
    • Majelis
    • Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Opini
    • Pendidikan
    • Berita
  • Kemuhammadiyahan
    • Dakwah
    • Khazanah
    • Ukuwah
  • Editorial
  • Penerbitan Buku
Berita Terbaru

Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

September 15, 2026

Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

September 13, 2026

572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

September 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Daftar
  • Login
Facebook Instagram YouTube WhatsApp Telegram
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal
Daftar
  • Profil
    • PDM Kendal
      • Struktur Organisasi
      • Sejarah
    • Majelis
    • Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
  • Artikel
    1. Kesehatan
    2. Opini
    3. Pendidikan
    4. Berita
    5. View All

    Masih Nuasa Milad Ke 112 Muhammadiyah, AUM Pendidikan di Kendal Lakukan Jumsih

    November 22, 2024

    Tim Marketing Pondok DA 4 Caruban Kunjungi Elementary School Di Luar Kota.

    November 22, 2024

    Tingkatkan Kualitas Jurnalis, MPI PP Muhammadiyah Gelar AJM

    November 22, 2024

    Senam Sehat Ceria LDK PDM Kendal: Tua Itu Pasti, Sehat Adalah Pilihan

    Agustus 21, 2023

    Saatnya Mengubah Cara Mengelola Sampah

    Juli 13, 2026

    Menaklukkan Masa Depan di Koridor Industri: Bekerja Sambil Kuliah sebagai Strategi Membangun Generasi Unggul

    Juli 5, 2026

    Idul Fitri: Menjaga Bara Ramadhan Agar Tidak Padam

    Maret 25, 2026

    Sampah Masyarakat yang Terabaikan

    Januari 29, 2026

    Irwan Aqib: Tanpa Akhlak, Ilmu Kehilangan Arah

    Juni 1, 2025

    Sofyan Anif: Pendidikan Muhammadiyah Bukan Sekadar Transfer Ilmu, Tapi Transformasi Nilai

    Mei 13, 2025

    Dari Mengelola ke Mengembangkan: Saatnya Sekolah Muhammadiyah Melompat Lebih Tinggi

    April 11, 2025

    Tim Marketing Pondok DA 4 Caruban Kunjungi Elementary School Di Luar Kota.

    November 22, 2024

    Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

    September 15, 2026

    Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

    September 13, 2026

    572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

    September 13, 2026

    Pohon Lapuk Ambruk di Pantura, Polres Kendal Sigap Evakuasi

    September 11, 2026

    Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

    September 15, 2026

    Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

    September 13, 2026

    572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

    September 13, 2026

    Pohon Lapuk Ambruk di Pantura, Polres Kendal Sigap Evakuasi

    September 11, 2026
  • Kemuhammadiyahan
    1. Dakwah
    2. Khazanah
    3. Ukuwah
    4. View All

    Makna Adzan sebagai Seruan Persatuan Umat: Kajian Ahad Pagi PCM Ngampel Bersama Ust. Musthofa

    Agustus 4, 2025

    Munafik dan Mukhlis: Cermin Kontras Kehidupan yang Terungkap dalam Al-Baqarah

    Juli 25, 2025

    Syahdu di Pagi Ahad: Menguatkan Tauhid dan Iman kepada Hari Akhir di Halaman Panti Yatim Muhammadiyah Boja

    Juni 1, 2025

    Ustadz Jumari Al Ngluwari Tekankan Pentingnya Tiga Nilai Akhlak Mulia: Pemaaf, Menyeru Kebaikan, dan Menjauhi Orang Jahil

    Mei 16, 2025

    Kapal Mendoan, Warisan Rasa dari Tanah Kebumen

    September 20, 2025

    PCM Ngampel Ingatkan Kader: Jangan Gagal Paham Soal Muhammadiyah

    Agustus 11, 2025

    Tiga Titik Cahaya Muhammadiyah: Dari Kampung Kecil di Yogyakarta Menyinari Nusantara hingga Dunia

    Agustus 9, 2025

    Pancasila sebagai Pedoman Moral dan Ideologis Bangsa

    Juni 1, 2025

    SAMBUT MILAD, MUHAMMADIYAH GELAR LOMBA FACHRODIN AWARD

    Agustus 29, 2023

    Bupati Kendal Beri Hadiah Umroh 2 Security Muhammadiyah, Berangkat Bergabung Jamaah Arrahmah Tour

    Agustus 19, 2023

    Rayakan HUT RI Ke 78, Pegawai Komplek Gedung PDM Kendal Gelar Jalan Sehat dan Lomba

    Agustus 19, 2023

    Sukses Gelar Musyawarah Cabang Aisyiyah Brangsong, Tetapkan Siti Rofingah sebagai Ketua

    Agustus 16, 2023

    Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

    September 15, 2026

    Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

    September 13, 2026

    572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

    September 13, 2026

    Pohon Lapuk Ambruk di Pantura, Polres Kendal Sigap Evakuasi

    September 11, 2026
  • Editorial
  • Penerbitan Buku
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal
Beranda » Di Bawah Langit yang Terbelah
Cerpen

Di Bawah Langit yang Terbelah

RedaksiRedaksiMaret 4, 202605 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Cerpen Gofur Alkendali

Ramadan seharusnya turun seperti hujan yang lembut. Ia datang membawa damai, membasuh jiwa-jiwa yang lelah oleh dunia.

Tetapi tahun ini, Ramadan tiba bersama dentuman yang mengguncang langit.

Namanya Rafi. Dua puluh dua tahun. Seorang pemuda Islam yang sejak kecil mencintai masjid lebih dari apa pun.

Ia tumbuh dengan kisah-kisah sejarah tentang keberanian, tentang kesabaran para nabi, tentang bagaimana umat terdahulu diuji bukan dengan kelapangan, melainkan dengan kesempitan.

Namun tak pernah ia membayangkan akan menyaksikan perang besar di zamannya sendiri.

Ketika kabar pecahnya perang antara Iran melawan Amerika dan sekutunya menyebar di layar-layar ponsel, Rafi sedang duduk di serambi masjid kampungnya.

Malam itu adalah malam setengah perjalanan Ramadan. Lampu-lampu gantung masjid menyala temaram.

Anak-anak masih berlarian selepas tarawih, sementara orang-orang tua berbincang tentang harga beras, minyak dan Sembako yang mulai merangkak naik, bahkan di desa sebelah sudah mencapai puncak harga.

Lalu notifikasi demi notifikasi berdatangan.

Serangan udara. Balasan rudal. Ketegangan di Teluk. Ancaman meluas.

Rafi membaca semuanya dengan jantung berdebar. Ia tahu perang itu jauh secara geografis, tetapi dekat secara batin.

Di sana ada saudara-saudara seiman. Di sana ada tanah yang setiap hari disebut dalam berita. Dan di sana, Ramadan juga sedang berjalan—dengan langit yang tidak lagi sunyi.

Malam berikutnya, suasana berubah. Di televisi masjid, berita internasional diputar sebelum salat tarawih.

Gambar-gambar gedung yang runtuh, suara sirene ambulans, wajah-wajah penuh debu dan air mata.

Anak kecil yang dipeluk ibunya. Seorang lelaki tua yang berdiri memandangi rumahnya yang tinggal puing.

Rafi menunduk. Tenggorokannya tercekat.

“Kenapa Ramadan selalu datang bersama ujian?” bisiknya dalam hati.

Ia teringat ayat yang pernah disampaikan ustaznya: “Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan berkata: ‘Kami beriman,’ sedang mereka tidak diuji?”

Malam itu ia sujud lebih lama. Air matanya jatuh di sajadah. Ia merasa kecil. Sangat kecil.

Dunia seperti sedang terbelah, dan ia hanya seorang pemuda biasa yang tak punya kuasa menghentikan apa pun.

Hari-hari berikutnya, suasana kampung ikut berubah. Harga kebutuhan pokok melonjak. Orang-orang mulai cemas.

Di grup WhatsApp warga, diskusi memanas—ada yang menyalahkan negara ini, ada yang membela negara itu. Kata-kata kasar saling dilempar. Bahkan di bulan suci.

Rafi merasa hatinya perih.

Ramadan yang seharusnya mengajarkan pengendalian diri justru dipenuhi amarah.

Ia melihat bagaimana perang bukan hanya menghancurkan gedung-gedung di negeri jauh, tetapi juga perlahan menggerogoti kedamaian hati manusia di tempatnya sendiri.

Suatu sore menjelang berbuka, Rafi membantu panitia membagikan takjil di depan masjid. Tangannya bergerak otomatis menyerahkan kotak nasi dan air mineral kepada pengendara yang melintas. Senyumnya ia paksa tetap mengembang.

Seorang anak kecil berhenti di depannya.

“Mas, itu perang kenapa sih?” tanyanya polos.

Rafi terdiam.

Ia ingin menjawab dengan teori politik, dengan sejarah panjang konflik, dengan kepentingan global dan perebutan pengaruh. Tapi di depan mata bening itu, semua penjelasan terasa sia-sia.

“Kadang manusia lupa,” jawabnya pelan, “bahwa dunia ini bukan miliknya. Jadi mereka berebut seolah-olah akan hidup selamanya.”

Anak itu mengangguk, meski mungkin tak sepenuhnya paham. Ia menerima takjil dan berlari pergi.

Rafi menatap langit yang mulai memerah. Hatinya terasa sesak. Ia membayangkan pemuda-pemuda seusianya di negeri yang sedang dibombardir.

Apakah mereka masih bisa berbuka dengan tenang? Apakah mereka masih bisa mendengar azan tanpa suara ledakan?

Dua malam lagi malam ke-17 Ramadan, peringatan Nuzulul Qur’an, masjid penuh. Rafi diminta menyampaikan kultum singkat. Ia berdiri di depan mikrofon dengan tangan gemetar.

“Sahabat-sahabatku,” ucapnya, suaranya bergetar namun tegas, “Al-Qur’an turun di tengah kegelapan. Ia turun bukan saat dunia damai, tetapi saat manusia saling menindas.”

Ia menarik napas dalam.

“Hari ini kita melihat perang. Kita melihat ketidakadilan. Kita melihat darah tertumpah di bulan yang suci. Tapi Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar. Ramadan adalah latihan agar hati kita tidak ikut terbakar oleh kebencian.”

Masjid hening.

“Jika kita tak bisa menghentikan perang dengan tangan, jangan biarkan ia menyalakan perang di dalam hati kita. Doakan mereka. Bantu semampu kita. Jaga lisan kita. Karena bisa jadi, yang Allah nilai bukan seberapa besar pengaruh kita, tapi seberapa bersih hati kita di tengah kekacauan.”

Selesai berbicara, Rafi kembali ke saf. Dadanya terasa ringan, meski dunia di luar tetap berat.

Malam-malam terakhir Ramadan tiba dengan berita yang masih sama: serangan, balasan, ancaman eskalasi.

Namun di masjid kecil itu, jamaah semakin rajin. Tangis dalam doa semakin panjang. Sedekah semakin banyak.

Rafi menyadari sesuatu.

Perang mungkin merobek bumi. Tetapi ia juga bisa membangunkan hati-hati yang tertidur.

Di malam ke-27, ia duduk sendirian setelah tahajud. Angin dini hari menyentuh wajahnya. Ia memandang langit yang tampak tenang—seolah tak pernah ada ledakan di belahan dunia lain.

“Ya Allah,” bisiknya, “jika ini adalah ujian zaman kami, maka kuatkan kami. Jangan Engkau biarkan hati kami lebih hancur daripada kota-kota yang dibom.”

Air matanya jatuh lagi. Bukan hanya karena sedih. Tapi karena ia mulai mengerti: menjadi pemuda Islam bukan tentang memikul senjata, melainkan memikul amanah iman di saat dunia kehilangan arah.

Ramadan hampir usai.

Perang mungkin belum selesai. Dunia mungkin belum damai. Tetapi di dalam diri Rafi, ada sesuatu yang tumbuh—kesadaran bahwa cahaya tak pernah benar-benar padam, selama masih ada satu hati yang berdoa dengan tulus di tengah gelapnya zaman.

Gading, usai tarawih ke 16 Ramadan 1447 H
Post Views: 112
Share. Facebook Telegram WhatsApp

Related Posts

Jejak Malam Menuju Fajar

Juli 31, 2026

Jejak Malam Menuju Fajar

Juli 31, 2026

Sujud yang Tertinggal di Sudut Kamar

Juli 26, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tawuran No, Tapak Suci Yess

Februari 2, 2024

Jamaah Umroh Termuda dan Tertua, Elfino dan Sunaryo Diterbangkan Ke Tanah Suci Via Arrahmah Tour

Februari 20, 2024

Musycab Muhammadiyah dan Aisyiyah Singorojo, Sekretaris PDM Kendal: Muhammadiyah Jangan Ketinggalan

Agustus 2, 2023

Ketua PCM Kangkung, Dari Jualan Pupuk Sampai Punya 5 Kios Toko

Februari 17, 2024
Don't Miss
Berita

Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

By Redaksi

KENDALMU.OR.ID. Layanan dokter spesialis tak lagi hanya terpusat di rumah sakit. Melalui program Spesialis Keliling…

Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

September 13, 2026

572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

September 13, 2026

Pohon Lapuk Ambruk di Pantura, Polres Kendal Sigap Evakuasi

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Spesialis Keliling Sambangi Desa, Taufik Husein; Penyakit Warga Kendal Dipetakan

September 15, 2026

Jamaah Surut, Muhammadiyah Ngampel Didorong Kembali Bergerak

September 13, 2026

572 Taekwondoin Adu Prestasi, Kendal Borong 13 Medali

September 13, 2026
Most Popular

Tawuran No, Tapak Suci Yess

Februari 2, 2024

Jamaah Umroh Termuda dan Tertua, Elfino dan Sunaryo Diterbangkan Ke Tanah Suci Via Arrahmah Tour

Februari 20, 2024

Musycab Muhammadiyah dan Aisyiyah Singorojo, Sekretaris PDM Kendal: Muhammadiyah Jangan Ketinggalan

Agustus 2, 2023
Majelis
  • Coronavirus
  • Opini
  • Dakwah
  • Khazanah
  • Fiqih
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Buy Now
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.