BANDUNGAN.KENDALMU.OR.ID. Muhammadiyah terus mendorong kemandirian ekonomi umat melalui gagasan inovatif yang mengakar pada semangat kolektif dan keberlanjutan.
Salah satunya adalah penerapan Close-Loop System Economy Muhammadiyah, sebuah sistem ekonomi berbasis siklus internal yang saling menguatkan antar unit usaha, lembaga, dan sumber daya milik persyarikatan.
Konsep ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Moechammad Noer Agoes Hidayat, dalam kajian bertema Meningkatkan Potensi Ekonomi Muhammadiyah, Sabtu malam (26/7/2025), dalam rangkaian Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) II PDM Kendal yang digelar di kawasan Hotel Bandungan, Semarang.

“Close-Loop System Economy Muhammadiyah adalah konsep pembangunan ekonomi berbasis siklus. Sumber daya yang ada dimanfaatkan secara maksimal dan berulang dalam satu ekosistem. Tidak ada yang benar-benar menjadi limbah, karena hasil samping akan dimanfaatkan kembali dalam sektor lain,” jelas Agoes.
Ia menambahkan, Muhammadiyah sebagai organisasi besar memiliki ragam entitas amal usaha di berbagai bidang—pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pertanian dan peternakan.
Dengan sistem tertutup ini, semua unit saling menopang dan saling menghidupi, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah Kendal punya lima rumah sakit, sekolah-sekolah, UMKM, bahkan unit usaha seperti Mina Sari, Mie Matleh. Namun, kita masih menjumpai ada AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) yang menjadi ‘mata air’, dan ada pula yang hanya sebagai air mata…’. Idealnya, semua AUM bisa menjadi bagian dari sirkulasi ekonomi yang saling menghidupi,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menuturkan bagaimana sistem ini dapat diimplementasikan secara praktis. Sekolah Muhammadiyah bisa membeli kebutuhan pendidikan dari MEBP melalui unit usaha Mina Sari. Mina Sari memperoleh modal dari penjualan saham atau perbankan syariah, lalu sebagian keuntungannya digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah.
“Siklusnya terus berputar. Ini yang kita sebut sebagai ekonomi internal yang sehat dan produktif,” tegasnya.
Dari proses ini, lanjut Agoes, akan lahir berbagai dampak positif: kemandirian ekonomi umat, pengurangan ketergantungan terhadap pihak eksternal, serta optimalisasi kolaborasi internal berbasis nilai-nilai Islam.
Namun, untuk memastikan Close-Loop System Economy Muhammadiyah berjalan efektif, menurutnya dibutuhkan dua fondasi utama: pengelolaan berbasis sistem digital yang maju dan tersedianya SDM unggul.
“Digitalisasi mencakup manajemen keuangan yang profesional, pemasaran modern, serta sistem yang transparan dan efisien. Sementara SDM-nya harus berkarakter Islam berkemajuan, beraqidah kuat, berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta memiliki visi Islam wasathiyah yang membawa rahmat bagi semesta,” pungkasnya.
Gagasan ini menjadi salah satu poin penting dalam Musypimda II PDM Kendal, sebagai upaya Muhammadiyah Kendal dalam menghidupkan kembali semangat ekonomi kolektif yang tidak hanya menggerakkan roda organisasi, tapi juga memberdayakan umat secara luas. (fur)
