SEMARANG, KENDALMU.OR.ID — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, (AHAU) menegaskan bahwa aqidah Islam merupakan fondasi utama dalam membangun pemikiran dan gerakan umat yang berkemajuan.
Hal itu disampaikannya saat memaparkan materi tentang aqidah Islam dalam kegiatan Pengajian Ramadan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Semarang Raya, Sabtu (14/3/2026)
Menurut Asy’ari, aqidah dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai keyakinan semata tetapi juga menjadi dasar orientasi berpikir dan bertindak umat.
Aqidah tersebut dirumuskan dalam ilmu kalam yang membahas tentang sifat-sifat Allah, kenabian Nabi Muhammad, wahyu, hingga persoalan takdir.
“Aqidah Islam bertumpu pada enam pilar utama yang dikenal sebagai rukun iman. Inilah fondasi yang membentuk cara pandang seorang Muslim dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pilar pertama adalah iman kepada Allah yang menjadi fokus orientasi hidup seorang Muslim.
Dengan keyakinan tersebut, seluruh aktivitas kehidupan diarahkan semata-mata untuk mencari ridha Allah.
Pilar kedua adalah iman kepada hari akhir. Menurutnya, keyakinan terhadap kehidupan setelah kematian membuat seorang Muslim tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek.
“Iman kepada hari akhir menjadikan seseorang memiliki visi panjang. Ia tidak hanya mengejar target dunia yang dekat, tetapi juga memikirkan pertanggungjawaban di akhirat,” ujarnya.
Selanjutnya, iman kepada malaikat yang berfungsi sebagai pengawas moral dalam kehidupan manusia.
Keyakinan bahwa setiap perbuatan diawasi dan dicatat malaikat mendorong lahirnya sikap jujur dan adil.
Pilar berikutnya adalah iman kepada kitab-kitab Allah sebagai sumber petunjuk yang benar bagi umat manusia.
“Kitab suci menjadi pedoman hidup yang memberikan arah yang jelas bagi manusia agar tidak tersesat dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Sementara itu, iman kepada para nabi menjadikan mereka sebagai teladan dalam menjalankan kehidupan yang berakhlak dan beradab.
“Para nabi adalah role model bagi umat manusia. Dari merekalah kita belajar bagaimana menjalani kehidupan dengan nilai-nilai kebenaran,” tandas Asy’ari.
Ia menegaskan, pemahaman aqidah yang kuat akan melahirkan pribadi Muslim yang kokoh, berintegritas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan arah.
“Aqidah yang benar akan membentuk karakter umat yang kuat, berakhlak, dan mampu membawa nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sosial secara berkemajuan,” pungkasnya. (fur)
