KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota PCM serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) itu menghadirkan Ustadz Muhammad Supri sebagai pemateri yang membagikan pengalaman menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026.
Mengawali kajian, Ustadz Supri menegaskan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap muslim.
Namun, menurutnya, hanya mereka yang memperoleh kemampuan dan izin dari Allah SWT yang dapat menunaikan ibadah tersebut. Ia mengawali pemaparannya dengan membacakan Surah Ali Imran ayat 97 tentang kewajiban berhaji bagi yang mampu, kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai lima rukun Islam.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Supri menceritakan dirinya berangkat bersama KBIH Ar-Rahmah Muhammadiyah Kendal.
Perjalanan menuju Arab Saudi ditempuh sekitar 11 jam dengan pesawat. Ia mengikuti program haji tamattu’, yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum memasuki rangkaian ibadah haji.
“Umrah itu bisa kapan saja, kalau haji harus tepat pada waktunya,” tegasnya.
Selama berada di Madinah, ia melaksanakan salat arbain di Masjid Nabawi selama delapan hari, kemudian berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.
Setelah itu, rombongan menuju Makkah untuk menunaikan umrah yang meliputi tawaf, sa’i, dan tahallul. Karena mengikuti program haji lansia, ia tidak melakukan lari kecil saat sa’i.
Menurutnya, pelayanan kepada jamaah haji tahun ini semakin baik. Kehadiran mahasiswa Muhammadiyah yang sedang menempuh pendidikan di Arab Saudi turut membantu pendampingan jamaah sehingga komunikasi berjalan lebih mudah.
“Banyak anak Muhammadiyah di sana, jadi jangan khawatir. Banyak petugas yang juga bisa berbahasa Indonesia,” ujarnya.
Pada puncak ibadah haji, Ustadz Supri mengikuti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta melempar jumrah.
Sebagai peserta program murur (jemaah yang melakukan skema pergerakan dari Arafah menuju Mina dengan hanya melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun untuk bermalam) untuk jamaah lansia, ia hanya bermalam satu malam dan melakukan lempar jumrah satu kali, sedangkan sisanya diwakilkan sesuai ketentuan.
“Karena saya program murur, kami tidak mabit beberapa hari di Mina. Setelah dari Muzdalifah kami langsung menuju hotel,” jelasnya.
Menutup kajian, Ustadz Supri menyampaikan bahwa fasilitas haji saat ini terus mengalami peningkatan, mulai dari tenda, konsumsi, hingga kamar mandi umum. Ia berharap pengalaman yang dibagikannya mampu memotivasi jamaah untuk segera menunaikan ibadah haji serta tidak ragu berangkat bersama Muhammadiyah. Ia juga mendoakan seluruh peserta pengajian mendapat kesempatan menjadi tamu Allah SWT pada tahun-tahun mendatang. (rio)
